SIWALIMA.id > Berita
Ekonomi | Selasa, 15 September 2026 pukul 12:58 WIT
Stok BBM di Maluku Bertahan Hingga 30 Hari Kedepan

AMBON, Siwalima.id - Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM, liquefied petroleum gas (LPG) dan Minyak Tanah di posisi aman dan mampu bertahan antara 11 hingga 30 hari.

Pimpinan SAM Retail Maluku Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame, Arya Aditya mengatakan pasokan BBM, LPG, dan Mitan terus masuk melalui kapal ke Integrated Terminal Wayame secara berkelanjutan.

"Kondisi stok BBM, LPG, dan minyak tanah dalam kondisi yang sangat mencukupi, bahkan melebihi kebutuhan masyarakat, dengan coverage day antara 11 hingga 30 hari," jelas Arya seusai rapat koordinasi bersama Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto dan sejumlah pemangku kepentingan, Senin (14/9).

Menurut Arya, Pertamina juga memastikan kesinambungan pasokan serta keamanan ketersediaan (security of supply) BBM, LPG dan mitan bagi masyarakat Maluku.

Terkait dengan stok mencukupi namun terjadi antrian kendaraan logistik untuk mendapatkan BBM dirinya mengaku Pertamina sudah menyiapkan langkah percepatan penguraiannya.

Salah satu langkah yang diambil yakni dengan memperpanjang waktu operasional SPBU.

“Sejumlah SPBU yang sebelumnya mulai melayani masyarakat pada pukul 07.00 WIT akan diminta membuka layanan lebih awal yakni mulai pukul 05.00 WIT,” jelasnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Senin (14/9).

Dengan perubahan waktu operasional tersebut, menurutnya kendaraan logistik diharapkan dapat dilayani lebih awal sebelum memasuki jam sibuk, antrean kendaraan dapat lebih cepat terurai.

“Pada saat rush hour, ketika masyarakat mulai berangkat bekerja dan kendaraan melakukan pengisian BBM di SPBU, kendaraan-kendaraan logistik diharapkan sudah terlayani dan antriannya sudah terurai," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan guna mencegah penyelewengan BBM bersubsidi.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya temuan dugaan penyalahgunaan BBM dalam beberapa pekan terakhir.

Arya mengapresiasi langkah Polda Maluku dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan tersebut.

Menurutnya temuan itu menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina untuk memperkuat pengawasan di tingkat SPBU.

"Apabila terdapat SPBU yang ikut campur atau turut serta dalam penyelewengan produk BBM bersubsidi, kami akan melakukan pembinaan secara tegas dengan mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku, termasuk SKBPH Nomor 64 Tahun 2011," tegasnya.

Disebutkan sepanjang 2026, Pertamina telah melakukan pembinaan terhadap lima SPBU di Kota Ambon.

Monitoring dan pembinaan terhadap SPBU akan dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan di SPBU, tetapi juga terhadap distribusi BBM menggunakan mobil tangki dari Integrated Terminal Wayame menuju SPBU, lembaga penyalur, maupun agen mitan.

Pertamina telah memasang sistem global positioning system (GPS) pada setiap mobil tangki untuk memantau pergerakan kendaraan selama proses distribusi.

Sistem tersebut dilengkapi early warning system yang memberikan peringatan apabila mobil tangki keluar dari jalur atau rute yang telah ditentukan.

"Jadi, apabila ada mobil tangki yang keluar dari jalur atau rute yang telah ditetapkan, akan muncul early warning system yang masuk ke dalam sistem kami," terangnya.

Dengan sistem tersebut, pihaknya dapat memantau pergerakan mobil tangki secara langsung sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan sesuai rute yang telah ditetapkan.

Untuk itu ia berharap penguatan pengawasan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum dapat menjaga kelancaran distribusi BBM sekaligus menekan potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi di Maluku.(S-25)

BERITA TERKAIT