AMBON, Siwalima.id - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa memastikan, produksi minyak dan gas dari Lapangan Abadi Masela beroperasi pada 2031 mendatang.
28 tahun pasca ditemukannya gas abadi Masela dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto, mega proyek tersebut masih dalam tahap pembebasan lahan.
“Jujur saya mau katakan kalau pengerjaan proyek Blok Masela cukup berat, apalagi sumur 150 kilo di laut itu harus dialirkan gasnya dengan menggunakan pipa di daratan Yamdena tentu pembangunannya tidak mudah,” ungkap Lewerissa.
Menurutnya, pasca ground breaking, pembangunan Lapangan Abadi Masela menghabiskan waktu 5-6 tahun. Artinya paling lambat di tahun 2031 baru berproduksi komersial atau on stream.
Publik Maluku kata Lewerissa, boleh menilai dirinya bermacam-macam, namun sebagai gubernur dirinya sangat skeptis proyek raksasa ini bisa tuntas dalam dua atau tiga tahun kedepan.
Pasalnya pengembangan blok sebesar Masela dengan nilai investasi Rp 390 triliun tidak mungkin diselesaikan dengan teknologi canggih dalam waktu yang sesingkat ini.
“Paling lambat 2031 baru on stream atau produksi komersialnya tapi yang pasti pengembangan blok ini menimbulkan dampak sosial yang luar biasa,” tegasnya.
Terkait penggunaan kawasan hutan yang begitu besar sekitar 960 hektar, tentu menimbulkan gejolak di masyarakat karena itu Gubernur memastikan proses penanganan dampaknya harus dilakukan secara adil.(S-20)