SIWALIMA.id > Berita
Online | Kamis, 11 September 2025 pukul 21:53 WIT
Siswa di MBD Diduga Keracunan Menu MBG, Noach: SPPG Harus Dievaluasi

AMBON, Siwalimanews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru empat hari berjalan di SMP Negeri 1 Tepa, Kabupaten MBD, ternyata memunculkan persoalan serius, dimana puluhan siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi menu makanan dari program tersebut.

Informasi yang dihimpun Siwalimanews dari berbagai sumber di Tepa menyebutkan, sebanyak 40 siswa SMP Negeri 1 Tepa mengalami keracunan diduga akibat menyantap menu makanan dari program MBG.

Selain itu juga ada satu siswa SMA Tepa, juga dilaporkan mengalami hal yang sama, sementara sekolah lain di daerah itu tidak melaporkan adanya kasus serupa.

“Pak Camat dan Sekcam saat ini turut berada di Puskesmas untuk memantau langsung kondisi para siswa,” jelas sumber Siwalimanews yang enggan namanya dipublikasikan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (11/9).

Selain itu kata sumber ini, puluhan siswa mengalami keracunan ini, diduga berasal dari ikan tuna yang disajikan dalam menu MBG.

Bahkan Sehari sebelumnya, seorang siswa SD juga sempat mengeluhkan makanan yang disajikan, dimana siswa itu menyebutkan buah semangka yang dibagikan sudah dalam kondisi basi, sama halnya dengan sayur kacang hijau. Untungnya, siswa tersebut tidak menyantap makanan tersebut.

Menyikapi kejadian ini, Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan Kabupaten Tanimbar dan Maluku Barat Daya Yan Zamora Noach, minta agar pengelola program serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program (MBG) segera dievaluasi.

Ia juga meninginkan agar segera dilakukan investigasi, untuk mengetahui sumber penyebab keracunan yang dialami para siswa.

“Pengelola harus benar-benar dicek ulang, begitu juga tenaga gizi yang terlibat. Saya baru berkomunikasi untuk mengecek memang benar para siswa keracunan, namun sebagian tadi sudah pulang ke rumah dan informasinya mereka keracunan. Olehnya itu pengelola harus teliti memeriksa semua bahan makanan, sebelum dimasak dan disajikan kepada siswa,” tegas Noach kepada Siwalimanews di Ambon, Kamis (11/9).

Menurutnya, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa tidak boleh berubah menjadi ancaman bagi keselamatan mereka.

“Kalau dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” tandas Noach.

Noach, juga mengingatkan agar kejadian ini segera dijadikan bahan evaluasi menyeluruh serta harus ada pengawasan ketat setiap hari, jangan sampai ada bahan menu yang basi atau tidak layak konsumsi yang lolos dari pengawasan, sebab keselamatan siswa adalah prioritas utama.

“Ingat, anak-anak ini adalah generasi penerus. Jangan sampai mereka jadi korban hanya karena kelalaian pengelola,” cetus Noach.

Apalagi kata Noach, program MBG ini merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan gizi bagi anak Indoensia serta mengurangi stunting dan memastikan kebutuhan Gizi terpenuhi.

Untuk itu, ia mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk turun langsung mengecek kualitas makanan dan proses pengolahannya.

“Kalau ada unsur kelalaian, harus ditindak tegas. Pemerintah jangan tutup mata, karena ini menyangkut nyawa anak-anak. Yang paling penting, kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, sebab bukan hanya menyangkut keselamatan siswa, tetapi juga nama baik Pemerintah Kabupaten MBD maupun Pemerintah Provinsi Maluku,” ucap Noach.

Untuk diketahui, Masalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebelumnya juga terjadi penemuan belatung pada menu makanan yang disajikan pada siswa SD Kristen Seri, Kecamatan Nusanowe, Kota Ambon. (S-26)

BERITA TERKAIT