SIWALIMA.id > Berita
Ekonomi | Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 13:21 WIT
Sekot Ngaku, tak Ditemui Pedagang Kuliner

AMBON, Siwalima.id - Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette membantah kalau dirinya ditemui sejumlah pedagang kuliner di belakang Ambon Plaza agar tidak segera dipindahkan ke Parkir Apung.

Sebelumnya Sapulette ngotot agar pedagang kuliner malam tidak melawan karena pemerintah sudah menyiapkan lokasi baru.

Dalam perjalanan rencana pemindahan yang telah disusun, akhirnya tidak segera dieksekusi oleh Pemerintah Kota Ambon.

Sapulette mengaku, tidak ada satu pun pedagang yang datang menemuinya untuk menyampaikan permintaan agar rencana eksekusi ditunda.

“Informasi dari mana? Siapa yang kasih tahu kalau pedagang datang ke saya dan ketemu di ruangan? Siapa yang bilang begitu?” tegas Sapulette saat dikonfirmasi Siwalima di Balai Kota, Rabu (7/10).

Menurutnya, informasi tersebut tidak benar karena dirinya tidak ditemui oleh satupun pedagang kuliner yang berjualan di belakang amplaz maupun seputaran Pelabuhan Yos Sudarso.

“Itu tidak betul. Tidak ada satupun pedagang yang datang ketemu saya,” ujarnya.

Terkait dengan rencana pemindahan pedagang kuliner malam, dirinya mengaku kalau itu domainnya Dinas Perindag.

“Mungkin mereka ketemu Disperindag. Langsung tanya ke Disperindag saja mengenai pedagang, jangan di saya,” ujarnya.

Robby kembali menegaskan tidak ada pedagang yang menemuinya untuk meminta agar tidak dipindahkan dari kawasan belakang Amplas.

“Intinya, tidak ada pedagang datang ke saya meminta untuk tidak dipindahkan. Jangan mendengar berita-berita atau informasi yang tidak betul,” kesalnya.

Harus Pindah

Diberitakan sebelumnya, Demi menata kota menjadi nyaman, bersih dan indah, Pemerintah Kota Ambon akan memindahkan pedagang kuliner di seputaran Ambon Plaza dan Pelabuhan Yos Sudarso.

Pemindahan pedagang kuliner ini baru direncanakan, namun sudah mendapat perlawanan dari para pedagang dengan berbagai alasan.

Takut dagangan tak laku, para pedagang berdalih pemindahan ke Parkir Apung mengganggu arus lalu-lintas, selain itu keamanan tidak terjamin dan lain sebagainya.

Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan kebijakan penataan kawasan merupakan kewenangan pemerintah.  Karena itu ia meminta kepada para pedagang kuliner mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

 “Pedagang tidak bisa memerintahkan pemerintah. Pemerintah yang mengatur,” tegas Robby di Balai Kota, Rabu (30/9).

Menurutnya, pemindahan pedagang ke kawasan Parkir Apung justru dilakukan untuk memberikan lokasi berjualan yang lebih tertata, sekaligus mengurangi kepadatan dan kemacetan di kawasan belakang Amplaz.

“Mau dan tidak mau, pemerintah harus mengatur. Mereka harus dipindahkan ke Parkir Apung. Itu kan bagus, supaya mereka punya tempat dan sekaligus mengurangi kemacetan di belakang Amplaz,” harapnya.

Mantan Kadis Perhubungan juga  mengatakan, penataan tersebut merupakan bagian dari kewenangan pemerintah dalam mengatur aktivitas masyarakat di ruang publik.

Pemindahan tersebut bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas pedagang, tetapi juga untuk menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Ia berharap para pedagang dapat memahami tujuan penataan tersebut dan menyesuaikan aktivitas mereka dengan lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, rencana Pemerintah Kota Ambon memindahkan aktivitas pedagang kuliner di kawasan belakang Amplaz mendapat penolakan.

Pedagang justru mengatur, agar pemerintah tidak buru-buru memindahkan sebelum menyediakan lokasi yang representatif dan aman untuk menunjang aktivitasnya.

Para pedagang berdalih lokasi Parkir Apung tak aman untuk tenda dan perlengkapan, karena terbuka dan berpotensi terkena angin. Tidak hanya itu jarak lokasi juga menjadi persoalan. Mereka harus mendorong gerobak dari lokasi saat ini menuju Parkir Apung.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan, terutama ketika arus lalu-lintas di kawasan Terminal Mardika sedang padat.

Keluhan itu telah disampaikan pedagang dalam pertemuan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon.

Sekretaris Dinas Perindag Kota Ambon, Pastoralia W. Hahijary, membenarkan adanya pertemuan tersebut. “Mereka keberatan. Nanti kita akan lakukan pertemuan lagi bersama Dinas Perhubungan,” terang Hahijary di Balai Kota, Senin (28/9)

Dalam pertemuan itu, lanjutnya pedagang tidak ingin dipindahkan dengan menyampaikan berbagai alasan.

“Mereka menyampaikan kondisi pasar apung, masalah keamanan dan barang dagangan serta jarak yang cukup jauh dari lokasi saat ini, ujarnya.

Pedagang juga mengaku takut barangnya hilang, khususnya tenda. Di sana juga tidak ada yang mengawasi barang-barang mereka.

Selain itu Pedagang keberatan harus mendorong gerobak menuju Parkir Apung dan terganggu kepadatan lalu lintas.

Ia juga menjelaskan jumlah pedagang kuliner di belakang Amplaz saat ini telah berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Dulu pedagang 50, sekarang hanya 27. Itu khusus pedagang kuliner belakang Amplas,” katanya.

Pemkot Ambon, lanjutnya akan kembali menggelar pertemuan untuk membahas persoalan tersebut dengan melibatkan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dinas Perhubungan serta para pedagang.

Sementara itu, Dinas Perhubungan juga memastikan keberadaan pedagang di badan jalan di kawasan pelabuhan Yos Sudarso hingga belakang Ambon Plaza sangat mengganggu arus lalu-lintas.

Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Teknik Perhubungan Kota Ambon, Dhaniel Pattiasina, mengatakan rencana penataan tersebut merupakan bagian dari upaya menata kawasan Terminal Mardika.

Menurutnya aktivitas pedagang yang selama ini menggunakan badan jalan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu-lintas di kawasan tersebut.

Namun, penataan kawasan Parkir Apung masih menunggu arahan teknis dari pimpinan. Pengalihan aktivitas pedagang juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Perindag.

“Aktivitas pedagang di lokasi baru nantinya diproyeksikan berlangsung pada sore hingga malam hari. Sementara fungsi utama Parkir Apung sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua tetap berjalan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu-lintas di kawasan Terminal Mardika, terutama ketika kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Ambon.(S-30)

BERITA TERKAIT