AMBON, Siwalima.id - Pelaksana tugas Perumdam Tirta Yapono Ambon, Pieter saimima berharap, pemberian rekomendasi izin pembangunan bangunan harus juga memperhatikan keberadaan jaringan pipa air bersih.
Hal ini perlu dilakukan menyusul masih ditemukannya kendala dalam proses perbaikan jaringan pipa air bersih di sejumlah lokasi.
Terkait masalah ini Perumdam juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR agar pembangunan tidak merusak jaringan distribusi air bersih.
“Perumdam meminta agar Dinas PUPR ketika memberikan rekomendasi izin membangun bangunan, tolong diperhatikan juga fasilitas umum agar tidak mengganggu kerja-kerja yang lain bagi kepentingan masyarakat,” kata Saimima kepada Siwalima, kemarin.
Menurutnya, pembangunan yang tidak memperhatikan posisi jaringan pipa berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan distribusi.
Kondisi tersebut dapat menghambat proses perbaikan sekaligus mengganggu pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Dampak kerusakan jaringan tidak hanya dirasakan Perumdam, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada pasokan air bersih.
Karena itu, dirinya meminta adanya koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan Perumdam sebelum pembangunan dilakukan, terutama di lokasi yang terdapat jaringan pipa air bersih.
“Ketika masyarakat melakukan pembangunan, perlu ada pengamanan terhadap jaringan pipa kita. Jangan sampai distribusi terganggu yang mengakibatkan ribuan pelanggan mengalami gangguan,” ujarnya.
Perumdam Tirta Yapono juga berharap persoalan koordinasi dan perizinan antarlembaga dapat segera ditindaklanjuti.
Hal itu diperlukan agar perbaikan kebocoran jaringan pipa di Lateri dan Jalan Raden Panji dapat segera dilakukan.
Selain mengganggu pelayanan pelanggan, kebocoran jaringan di sejumlah lokasi juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. “Koordinasi antar instansi menjadi bagian penting untuk menjaga jaringan distribusi air bersih tetap berfungsi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” tutupnya.(S-30)