AMBON, Siwalimanews – Mari Biking Kota Ambon Jadi Lebe Bae. Itulah sepenggal kalimat yang keluar dari mulut Upulatu Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Tidak hanya sebuah kalimat yang sekedar diucapkan, namun merupakan sebuah komitmen untuk membangun Kota Ambon menjadi lebih maju, lebih baik dan mampu bersaing dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Itulah ajakan sang pemimpin Kota Ambon dalam sambutannya yang disampaikan dalam upacara HUT Kota Ambon ke- 450 yang digelar di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (8/9). Bertindak selaku Kapitan Upacara  Plt Kepala Bagian Organisasi dan Manajemen Arthur Soselai.
Dalam upacara itu juga, walikota mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan usia ke-450 tahun ini sebagai momentum refleksi dan rasa syukur.
âKota ini ada karena kasih dan kemurahan Tuhan. Kita rayakan ini bukan hanya karena usia yang panjang, tapi karena keberanian, pengorbanan dan kerja keras para leluhur tete-nene moyang kita, para pejuang, dan pemimpin terdahulu, â ucap walikota.
Menurut walikota, di tengah keberagaman masyarakat Ambon, merawat toleransi dan kerja sama sangatlah penting. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk secara bersama-sama bekerja k membangun Kota Ambon menjadi lebih baik.
“Dengan peringatan hari kajadiang Kota Ambon, katong ambil tema Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku Deng Indonesia Pung Bae. Tema ini mengajak katong samua untuk tarus bergandeng tangan bangun Kota Ambon yang sama-sama katong cintai,” tutur walikota.
Bergerak Bersama Par Ambon Pung Bae kata walikota, bukan hanya sebuah tema, tetapi mesti dimaknai sebagai tanggungawab bersama menjadikan Kota Ambon lebih maju.
“Akang pung makna, bahwa kemajuan kota ini hendaklah menjadi tanggungjawab katong samua sebagai warga kota. Kota ini tidak bisa dibangun hanya dengan karja satu tangan. Kota ini tidak bisa dibangun hanya dengan kerja satu orang. Tetapi kalau semua bergandengan tangan dan bekerja sesuai tugas dan fungsi, saling baku keku, bukan baku kuku, saling bekerjasama satu dengan yang lain. Mari katong samua karja‘Biking Kota Ambon Jadi Lebe Bae, “ajak walikota.
Perayaan HUT ke-450 kata walikota, menjadi sseuatu yang indah, sebab menjadi momen penting karena bertepatan dengan di mulainya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon tahun 2025 – 2029.
Dokumen perencanaan tersebut mengusung visi besar, Â Ambon Manis, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan, yang diharapkan menjadi pondasi pembangunan kota selama lima tahun ke depan. Untuk itu, warga kota diajak untuk ikut serta dalam mewujudkan visi tersebut.
âKota ini terbuka untuk semua. Tak penting asal-usulmu, suku, agama, atau warna kulitmu. Kalau tinggal di Ambon, mari jadi orang Ambon. Kota ini harus kita jaga bersama, â ucap walikota.
Walikota juga menyampaikan, agar semua komponen didaerah ini untuk kondusitifitas dan hindari Hoax dan fitnah yang pada akhirnya menggangu kamtibmas.
Untuk itu ia berharap, seluruh pemangku kepentingan di Kota Ambon, baik dari tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan, harus bangun sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
âSelalu waspada gangguan keamanan dan ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrim,â pesan walikota.
Walikota juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, baik mahasiswa, ormas, LSM, OKP hingga TNI dan Polri yang telah berkontribusi untuk menjaga Kota Ambon.
âSaya juga ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri su jaga Ambon dengan baik. Terima kasih kepada seluruh saniri di kota ini dan para forkopimda jadi mitra,â tandas walikota.
Ia juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.
âPenghargaan setingi-tingginya, saya sampaikan kepada Gubernur Maluku dan Wagub untuk perhatian yang sangat besar dalam pembangunan di kota Ambon selama ini. Katong titip Maluku bagi bapak berdua. Jadi bapak jadi contoh bagi kami anak-anak di Maluku,” ucap walikotaa.
Untuk diketahui upacara HUT Kota Ambon diawali dengan penyerahan pataka (Bendera Kebesaran Pemerintah Kota Ambon) yang diiringi tarian adat cakalele serta para pembawa bendera berjumlah 7 orang dan pembawa kain gandong (Kain Adat) berjumlah 9 orang.
Ini menjadi simbol 7 September merupakan hari bersejarah lahirnya Kota Ambon. Iringan Cakarlele menjadi penyemangat sebelumnya diserahkannya pataka kepada sang pemimpin kota Bodewin Wattimena.
Upacara HUT Kota Ambon yang baru digelar 8 September ini, berlangsung dengan menggunakan dialeg Ambon. Tidak hanya dialeg, tapi pakaian yang digunakan juga merupakan pakaian adat Khas Ambon.(S-29)