AMBON, Siwalima.id - Polresta Ambon siap membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan FKUB untuk menjaga kondisi keamanan serta memperkuat kerukunan antar umat beragama.
Hal ini disampaikan Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Andrias Susanto Nugroho, saat Rakor Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan FKUB yang berlangsung di Balai Kota, Rabu (16/9).
Pada kesempatan itu kapolresta juga mengapresiasi langkah FKUB bersama pemerintah dalam menjaga keamanan, kedamaian dan kerukunan hidup masyarakat di Kota Ambon.
Menurut Kapolresta, berbagai program yang digagas untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan merupakan bentuk perhatian pemerintah bersama elemen masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Langkah ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Ambon terhadap kedamaian, keamanan dan upaya untuk merajut persaudaraan di Kota Ambon.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan tentunya akan berdampak positif kepada masyarakat,” kata Andrias.
Dirinya menegaskan, Polresta Ambon siap membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan FKUB untuk menjaga kondisi keamanan serta memperkuat kerukunan antar umat beragama.
“Kita bersinergi untuk mewujudkan Kota Ambon yang aman, damai dan sejahtera,” ujarnya.
Kapolresta juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai program FKUB yang menyasar masyarakat hingga generasi muda.
Salah satunya melalui pembangunan desa toleransi dan kerukunan serta rencana kegiatan yang menyasar pelajar dan pemuda di sejumlah SMA.
Menurutnya, pendekatan kepada generasi muda merupakan langkah penting karena mereka merupakan penerus pembangunan Kota Ambon dan Maluku.
“Kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan FKUB dengan membangun desa toleransi dan kerukunan, serta kegiatan yang akan dilaksanakan di SMA dengan fokus kepada para pelajar dan pemuda sangat baik sekali,” katanya.
Ia menilai, penguatan nilai toleransi di kalangan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat Ambon yang telah dibangun melalui sejarah panjang persaudaraan antar kelompok.
Perwira Polisi dengan pangkat tiga melati di pundak itu secara khusus menyinggung generasi Z sebagai kelompok yang perlu terus mendapatkan penguatan nilai-nilai sosial dan budaya lokal.
“Pemuda ini kan penerus kota ini. Dengan adanya gerakan ini tentunya akan membawa dampak positif kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar perkembangan zaman dan perubahan pola interaksi generasi muda tidak membuat mereka melupakan modal sosial yang telah diwariskan para leluhur masyarakat Maluku.
Salah satu nilai yang disebutnya penting untuk terus ditanamkan adalah Pela Gandong, yang selama ini menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat Maluku dalam membangun persaudaraan.
“Fokus generasi muda ini adalah Gen Z. Itu tentunya generasi penerus kita yang terus harus kita rawat, terutama jangan sampai lupa terhadap modal sosial yang dimiliki wilayah Maluku, yakni Pela Gandong. Terus bersaudara semuanya,” tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda agar mereka memahami Maluku memiliki modal sosial yang telah dibangun sejak ratusan tahun lalu.
Untuk itu diharapkan sinergi pemerintah, FKUB, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga nilai toleransi dan persaudaraan tidak hanya menjadi slogan, tetapi terus hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.(S-10)