AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat literasi sensus ekonomi yang akan dilakukan pada 31 Mei – 31 Juli 2026 mendatang.
Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku Kasrul Selang mengatakan, dalam menentukan arah pembangunan daerah, tentunya data merupakan indikator penting.
Sebagai provinsi yang saat ini sedang bergejolak dengan persoalan pertumbuhan ekonomi, tentu keberadaan data sensus ekonomi tahun 2026 nantinya sangat penting.
“Bagi pemerintah provinsi data kondisi ekonomi sangat penting dalam pengambilan kebijakan pembangunan daerah, artinya hasil sensus ekonomi merupakan fondasi bagi pengambilan kebijakan,” ucap Kasrul saat membuka sosialisasi sensus ekonomi 2026 yang berlangsung di Swissbel-Hotel, Kamis (2/10).
Untuk memastikan keberhasilan sensus ekonomi 2026 kata Kasrul, maka literasi atau edukasi kepada masyarakat sudah harus diperkuat sejak saat ini, agar ketika petugas melakukan sesuatu tidak menimbulkan persoalan.
Masyarakat sudah harus diberikan pencerahan, terkait manfaat dan tujuan dilakukan sensus, sehingga data yang nantinya diberikan sesuai dengan realisasi.
“Kebenaran data itu penting, contoh data UMKM di Maluku ada 1000 ternyata hasil sensus hanya 100, maka ada ratusan UMKM yang tidak akan mendapatkan fasilitas untuk usaha. Jadi data sensus itu penting sekali,” jelas Kasrul.
Apalagi, lanjut Kasrul, pertumbuhan ekonomi Maluku pada kuartal II 2025 mengalami penurunan yang signifikan hanya 3.39 persen, sehingga pemerintah provinsi membutuhkan keakuratan data guna mengambil kebijakan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 nanti.(S-20)