SAUMLAKI, Siwalima.id - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berencana melatih 3200 calon tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi di Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela.
Selain itu pemkab juga mulai menyiapkan infrastruktur untuk mendukung pelatihan tenaga kerja lokal.
Sekretaris Daerah KKT, Brampi Moriolkossu menjelaskan, saat ini ada dua agenda utama yang dibahas, yakni penyiapan gedung sementara untuk pelatihan serta pembangunan infrastruktur permanen sebagai pusat pelatihan tenaga kerja lokal.
Untuk tahap awal, pemda berencana memanfaatkan gedung eks rumah sakit PP Magreti sebagai tempat pelatihan sementara.
“Gedung tersebut perlu direhabilitasi terlebih dahulu sebelum digunakan,” terang Moriolkossu ketika dikonfirmasi Siwalima di Saumlaki, Kamis (15/10).
Terkait dengan pelatihan bagi tenaga kerja lokal dirinya menyebut akan dilakukan setelah rehab selesai dilakukan.
“Jadi, menurut rencana kita akan menggunakan eks rumah sakit untuk pelatihan, sambil menyiapkan infrastruktur permanen bagi pelatihan tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Menurutnya, penyiapan fasilitas pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kesiapan tenaga kerja lokal agar dapat memenuhi kebutuhan pada proyek yang dikelola Badan Pengelola Investasi (BPI).
Moriolkossu menyebutkan, pelatihan tersebut akan difokuskan kepada 3.200 calon tenaga kerja yang telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh BPI.
“Fokus untuk 3.200 calon tenaga kerja yang sudah diverifikasi dan divalidasi oleh BPI,” katanya.
Ia menambahkan, program pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon tenaga kerja lokal, baik yang membutuhkan peningkatan keterampilan maupun yang akan dipersiapkan sesuai kebutuhan pekerjaan pada proyek terkait.
Terkait waktu pelaksanaan pelatihan, dirinya menjelaskan kegiatan tersebut baru dapat dimulai setelah proses rehabilitasi gedung sementara selesai.
MBD Juga Berpeluang
Dalam kesempatan yang sama, Moriolkossu juga menanggapi adanya aspirasi dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) agar masyarakat dari kabupaten tersebut turut memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam penyiapan tenaga kerja bagi proyek terkait.
Menurutnya, pemda KKT tidak mempermasalahkan apabila kabupaten lain di Maluku juga mempersiapkan tenaga kerja lokalnya.
“Tidak masalah. Setiap kabupaten dan kota memiliki kewenangan untuk menyiapkan tenaga kerja lokalnya. Keputusan akhirnya berada pada BPI selaku penyelenggara,” tegasnya.
Ia menilai, penyiapan tenaga kerja tidak seharusnya hanya menjadi perhatian Pemkab Tanimbar, tetapi perlu dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Maluku.
“Bukan saja MBD, tetapi seluruh wilayah Provinsi Maluku juga perlu menyiapkan tenaga kerjanya,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan tenaga kerja lokal dari berbagai daerah akan menjadi hal penting dalam membuka peluang bagi masyarakat Maluku untuk terlibat dalam berbagai kegiatan proyek strategis yang membutuhkan tenaga kerja dengan kualifikasi sesuai kebutuhan.
“Pemerintah Kepulauan Tanimbar sendiri akan melanjutkan penyiapan fasilitas pelatihan, baik gedung sementara maupun infrastruktur permanen, guna mendukung pelaksanaan program tersebut,” tuturnya.(S-26)