SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Kamis, 24 September 2026 pukul 14:17 WIT
Pembangunan Proyek PLTS Terpadu di Aru Lambat

DOBO, Siwalima.id - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu di Kabupaten Kepulauan Aru jauh dari target yang diharapkan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepulauan Aru, Armand Walay mengatakan, progres pekerjaan hingga Minggu ke-10, (14–20 September) progres fisik proyek telah mencapai 31,85 persen.

“Ini masih berada di bawah target rencana sebesar 37,71 persen, terang Walay dalam rilis yang diterima Siwalima, Rabu (23/9).

Berdasarkan laporan progres pada Minggu ke-10, capaian pembangunan di masing-masing lokasi yakni, Desa Warialau  dengan kapasitas 161,7 kWp, realisasinya baru mencapai 36,99 persen dari target 37,88 persen.

Sementara pembangunan di Desa Jambu Air dengan kapasitas 138,6 kWp, realisasinya baru mencapai 36,69 persen dari target sebesar 37,63 persen.

Di Desa Warabal dengan kapasitas 138,6 kWp baru realisasi sebesar 28,35 persen dari target 38,08 persen dan di Desa Lola, kapasitas 77 kWp, realisasi baru 26,40 persen dari target 37,47 persen,” jelasnya.

Untuk di Desa Karawai, dengan kapasitas 107,8 kWp, baru realisasi sebesar 26,86 persen dari target 37,26 persen.

Menurutnya, dari lima lokasi di atas progres pembangunan di Warialau dan Jambu Air relatif mendekati jadwal.  Sementara, Warabal, Lola dan Karawai masih mengalami keterlambatan yang cukup signifikan.

Keterlambatan tersebut terutama dipengaruhi pekerjaan sipil powerhouse serta proses pengiriman material menuju lokasi proyek.

Menurutnya kerja sama operasi (KSO) pelaksana menyatakan akan melakukan percepatan pekerjaan pada minggu-minggu berikutnya untuk mengejar ketertinggalan.

Ia menyebut, selama Minggu ke-10, sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan, antara lain pembersihan dan perataan lokasi di Desa Warialau, pengecoran pondasi dan sloof power house di Warialau, Warabal, Lola dan Karawai, serta pekerjaan galian dan pembesian pondasi mounting modul panel surya atau photovoltaic (PV).

Selain itu, dilakukan persiapan penyediaan air bersih di Desa Warabal serta pengiriman sejumlah material pendukung, seperti panel PV, tiang jaringan tegangan rendah (JTR), pena­ngkal petir dan perlengkapan penerangan jalan umum (PJU).

Memasuki Minggu ke-11, pekerjaan akan difokuskan pada persiapan dan penggalian pondasi modul PV, pekerjaan sipil power house, pemeriksaan serta pengiriman modul PV, termasuk shelter powerhouse untuk Desa Lola dan Karawai.

“Pemeriksaan dan pengiriman sistem baterai serta elektrikal power house juga menjadi bagian dari agenda pekerjaan berikutnya,” tambahnya.

Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 merupakan bentuk komitmen Pemkab Kepulauan Aru bersama Kementerian ESDM untuk memperluas akses energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Pembangunan PLTS ini diarahkan untuk memperluas akses listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini belum mendapatkan layanan jaringan listrik PLN secara memadai.

Pemerintah daerah juga akan terus memantau perkembangan proyek tersebut agar dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kami akan terus memantau perkembangan proyek ini agar dapat rampung sesuai target dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.(S-11)

BERITA TERKAIT