AMBON, Siwalima.id - Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto resmi melantik Irjen Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku menggantikan Komjen Dadang Hartanto.
Upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolri berlangsung di Mabes Polri, Jumat (9/10).
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Maluku, Suwondo menjabat Asisten Logistik (Aslog) Kapolri. Sedangkan Komjen Dadang Hartanto ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya.
Kapolri Suyudi mengatakan, pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari penyegaran organisasi Polri sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di daerah.
Sejumlah tantangan strategis menanti Kapolda Maluku, mulai dari pemeliharaan Kamtibmas, pencegahan konflik sosial, penguatan penegakan hukum hingga peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan keragaman sosial, budaya, dan kearifan lokal juga membutuhkan pendekatan kepolisian yang adaptif dan humanis.
“Selain penegakan hukum, sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat, penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan di wilayah Maluku,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengatakan, Polda Maluku akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia juga menghimbau masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Masyarakat diminta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan maupun tindak pidana,” ajaknya.
Menurutnya keamanan dan kedamaian Maluku merupakan kepentingan bersama. Untuk itu masyarakat diajak terus merawat persatuan, memperkuat semangat orang basudara, serta mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara damai.
Polri Presisi Diganti
Sementara itu, Polda Maluku mulai mensosialisasikan tagline baru yakni “Polisi Bersama Masyarakat” yang digagas Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Konsep kebijakan ini, menggantikan tagline sebelumnya yakni Polri Presisi dimasa kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Sosialisasi tersebut menyasar seluruh personel Polda Maluku, Polres dan Polresta, hingga Polsek jajaran serta masyarakat.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi mengatakan, tagline tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas, bukan sekadar slogan atau pergantian salam.
“Salam Polisi yang dijawab Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar pergantian salam atau slogan. Ini merupakan pesan bahwa Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat,” ujar Rositah dalam rilisnya yang diterima Sabtu (10/10).
Menurut dia, semangat kebersamaan tersebut harus diwujudkan melalui pelayanan kepolisian yang humanis, terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, makna tagline “Polisi Bersama Masyarakat” perlu tercermin dalam perilaku setiap anggota kepolisian, mulai dari menyapa warga, menerima laporan dan pengaduan, memberikan bantuan, melaksanakan patroli, hingga menangani persoalan hukum secara profesional dan berkeadilan.
Menurut dia, keberhasilan sosialisasi tidak cukup diukur dari seberapa sering salam tersebut diucapkan.
Hal yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran polisi yang mudah diakses, cepat merespons, dan dapat dipercaya. “Jangan sampai kita lantang mengucapkan ‘Polisi Bersama Masyarakat’, tetapi dalam pelaksanaan tugas justru tidak mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat. Apa yang kita ucapkan harus sejalan dengan apa yang kita kerjakan,” ujarnya.(S-25)