SIWALIMA.id > Berita
Online | Senin, 6 Oktober 2025 pukul 18:09 WIT
MIP Semakin Dekat, Pemprov Minta Stakeholder tak Tebar Opini Menyesatkan

AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Provinsi Maluku, minta semua stakeholder agar tidak menebarkan opini menyesatkan, terhadap rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP).

Permintaan ini disampaikan Juru Bicara Pemrov Maluku Kasrul Selang, merespon munculnya opini miring dari sejumlah kalangan terhadap perjuangan gubernur dalam merealisasikan MIP.

Kasrul mengungkapkan, seluruh stakeholder mestinya bersyukur, karena Integrated Port atas kerja keras gubernur telah masuk dalam dokumen RPJMN, artinya itu sudah menjadi domainnya pemerintah pusat.

Pasalnya, tidak semua proyek strategis nasional yang digagas oleh pempus harus dibiayai dengan APBN, sebab ada mekanisme pembiayaan lain yang dapat tempuh seperti kerja sama dengan swasta asing atau swasta nasional.

“Jadi untuk rencana pembangunan MIP itu tidak melulu harus dengan APBN, sebab kita kenal dengan kerjasama public private partnership (PPP), jadi tidak ada masalah,” ungkap Kasrul kepada Siwalimanews di ruang kerjanya, Senin (6/10).

Ia menjelaskan, tahapan proyek MIP cukup panjang, yang dimulai dengan perencanaan hingga studi kelayakan, artinya jika ada swasta berkeinginan mulai menggarap proyek ini, maka dimulai dengan MoU atau nota kesepahaman yang akan menjadi cikal bakal lahirnya kerja sama.

Upaya merealisasikan MIP, memang perjalanannya tidak gampang, tetapi bukan berarti tidak mungkin, apalagi sudah dalam dokumen perencanaan negara, maka harus optimis negara akan mengimplementasi ini.

“Sering dibilang oleh gubernur bahwa tidak ada cara lain untuk mengurai kemiskinan dan  pengangguran kecuali berinvestasi, termasuk dari negara asing, yang penting harus investasi yang bermartabat, artinya investor yang taat aturan, mempekerjakan anak daerah, menghargai adat istiadat, memperhatikan lingkungan dan transfer teknologi,” tandas Kasrul.

Kasrul menegaskan, proyek besar seperti MIP tidak boleh hanya liat dari sisi pelabuhannya saja, namun dari sisi hilirisasi dan industrialisasi, sebab multiplayer efek dari proyek nasional ini luar biasa.

“Kalau ada MIP ini, maka semua produk perikanan akan diolah disitu dan diekspor dari Maluku termasuk hasil bumi kita semuanya diekspor dari Maluku langsung dengan adanya pelabuhan Maluku Integrated Port tersebut,” jelas Kasrul.

Kasrul menegaskan, untuk merealisasikan proyek MIP bukan saja membutuhkan investasi, tetapi harus juga dukungan masyarakat, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai lokasi rencana pembangunan MIP.

“Karena ini lokasinya di SBB, maka kami menghimbau tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama hingga tokoh adat untuk membangun rasa optimisme masyarakat agar bersama-sama songsong Maluku Integrated Port, karena ini jawaban dari perjuangan kita semua,” ajak Kasrul.(S-20)

BERITA TERKAIT