AMBON, Siwalima.id - Sebanyak 41 penumpang kapal kayu berhasil diselamatkan Tim SAR Gabungan, setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan Pulau Fatudjuring, Kabupaten Aru, Jumat (9/10).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan, kapal tersebut bertolak dari Dobo sekitar pukul 09.30 WIT dengan tujuan Desa Ngaiguli. Namun, sekitar pukul 11.00 WIT kapal mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan.
“Awak kapal sudah berupaya melakukan perbaikan mesin, tetapi tidak berhasil sehingga kapal terombang-ambing di sekitar perairan Pulau Fatudjuring,” jelas Arafah dalam siaran pers, Jumat (9/10).
Informasi kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut baru diterima Unit Siaga SAR (USS) Dobo pada pukul 19.15 WIT setelah pihak keluarga penumpang melaporkan kejadian itu dan meminta bantuan penyelamatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung dikerahkan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 15 mil laut arah barat daya dari Dobo.
Operasi penyelamatan berlangsung dalam kondisi malam hari dengan jarak pandang terbatas. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, tim akhirnya menemukan kapal kayu tersebut pada pukul 21.50 WIT dalam keadaan masih terombang-ambing di perairan.
Setelah berkoordinasi dengan awak kapal, tim melakukan penanganan terhadap para penumpang. Sebanyak 27 orang dievakuasi menuju Kota Dobo, sedangkan 14 penumpang lainnya memilih menunggu kapal lain untuk membantu penarikan menuju Desa Fatudjuring.
Arafah memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Sebanyak 27 penumpang yang dievakuasi ke Dobo tiba bersama Tim SAR Gabungan pada pukul 00.08 WIT, Sabtu (10/10), dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
“Total seluruh penumpang yang berhasil diselamatkan sebanyak 41 orang. Seluruhnya dinyatakan selamat,” tegasnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan personel Unit Siaga SAR Dobo dan Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Kepulauan Aru dengan dukungan satu unit RIB.
Keberhasilan operasi ini mengakhiri upaya pencarian dan evakuasi terhadap kapal kayu yang mengalami kerusakan mesin di perairan Kepulauan Aru. Kondisi cuaca dan keterbatasan jarak pandang pada malam hari menjadi tantangan bagi tim dalam menjangkau lokasi kejadian.
Meski demikian, koordinasi antarpersonel SAR gabungan memungkinkan proses evakuasi berlangsung hingga seluruh penumpang berhasil ditemukan dan diselamatkan.(S-10)