MASYARAKAT Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, sudah mulai tak sabar terhadap proses pembayaran tanaman mereka di lokasi Blok Masela.
Hal itu, kemudian disampaikan melalui pertemuan antara Pemkab Tanimbar dan sejumlah pemuda Lermatang di ruang rapat Sekda KKT.
Ketua Pemuda Lermatan, William Manuhuri mengatakan, kehadiran mereka buntut dari janji pemerintah terhadap mereka dalam hal pembayaran tanaman tanaman mereka yang telah didata dan disurvei akhir oleh KJP sebagai lembaga independen.
Namun janji sejak beberapa bulan lalu tak realisasi sampai sekarang. Sementara sebagian warga Lermatang telah berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kita ini sudah terlalu banyak mendengar janji. Jika terus seperti ini maka kita kembali saja kepada keputusan beberapa waktu lalu untuk menutup Rumah Kidabela karena tidak berguna. Berikutnya kita akan menghentikan sementara aktivitas PEN di lokasi groundbreaking sampai pembayaran dilakukan.
Kita juga dari tikam pena sampai sekarang mau tikam linggis namun belum juga ada kepastian pembayaran,” tegas Wiliam.
Menanggapi hal itu Sekretaris Daerah, Brampi Moriolkosu, meminta masyarakat dan kelompok pemuda Desa Lermatang agar tetap menahan diri serta mengedepankan komunikasi dalam memperjuangkan aspirasi terkait pembayaran santunan lahan untuk kepentingan proyek Blok Masela.
Brampi mengatakan, berbagai aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan masyarakat dan kelompok pemuda akan kembali dibawa dan diteruskan kepada pihak terkait untuk mendapatkan perhatian dan penyelesaian.
“Kami meminta kerja sama dari teman-teman pemuda. Saya memahami bahwa perjuangan yang dilakukan selama ini merupakan bagian dari kepentingan masyarakat. Namun, kami berharap tindakan penghentian maupun pengeluaran pihak-pihak tertentu dari rumah mereka dapat dipertimbangkan kembali,” ujar Brampi.
Menurutnya, perjuangan masyarakat untuk mendapatkan hak-haknya harus tetap dilakukan dengan cara-cara yang baik. Jangan sampai tindakan yang dilakukan justru berdampak terhadap citra masyarakat Lermatang maupun masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara keseluruhan.
“Saya tahu bahwa teman-teman pemuda memiliki perjuangan untuk kepentingan masyarakat. Tetapi, sambil menunggu hasil perhitungan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), kita harus bersabar,” katanya.
Brampi berharap proses perhitungan oleh KJPP dapat segera diselesaikan sehingga pembayaran santunan kepada masyarakat yang berhak menerima dapat direalisasikan dalam bulan ini.
“Kita berdoa saja supaya proses ini bisa dilakukan dalam bulan ini. Dengan begitu, pembayaran santunan juga bisa segera dilaksanakan,” harapnya.
Lebih lanjut, Brampi mengaku optimistis bahwa aspirasi masyarakat tidak dianggap remeh oleh pihak INPEX. Menurutnya, perusahaan tetap menunjukkan komitmen untuk melakukan pembayaran santunan setelah hasil perhitungan KJPP diterima.
“Saya sangat yakin mereka tidak menganggap remeh aspirasi masyarakat. Pihak INPEX juga sementara menunggu hasil perhitungan dari KJPP dan tetap menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran,” tandasnya.(S-26)