SIWALIMA.id > Berita
Politik | Senin, 12 Oktober 2026 pukul 14:41 WIT
Lima PK Gugat, Ely Toisutta Terpilih Pimpin Golkar

AMBON, Siwalima.id - Walau lima Pengurus Kecamatan (PK) meng­gugat kebijakan Ely Toi­sutta dengan menggelar demonstrasi di depan Hotel Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu (10/10) bertepatan de­ngan pelaksanaan mus­ya­warah daerah X, namun Ely Toisutta tetap terpilih pimpin Golkar Kota Ambon.

Usai mendapat duku­ngan mayoritas pemilik suara, Ely langsung mema­sang target memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan perolehan kursi legislatif, hingga mem­­bentuk fraksi lengkap di DPRD Kota Ambon.

Target tersebut disampaikan Ely saat memaparkan visi dan misinya sebagai ketua terpilih dalam Musda X itu.

Toisutta menegaskan, keperca­yaan yang diberikan kepadanya merupakan amanat besar yang harus dijawab melalui kerja nyata seluruh jajaran partai. Baginya, Musda bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan mo­men­­tum untuk membangkitkan kembali kejayaan Golkar di Kota Ambon.

Ia menekankan, kepemimpinan partai tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan seorang ketua. Soliditas dan keterlibatan seluruh kader, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan, desa dan kelurahan, menjadi kunci untuk mencapai target politik yang telah ditetapkan.

Toisutta mengibaratkan Golkar sebagai kapal yang harus terus berlayar di tengah badai dan ge­lombang politik. Menurutnya, ber­bagai tantangan yang dihadapi ti­dak boleh melemahkan semangat maupun merusak solidaritas kader.

Selain memaparkan visi dan misi, Toisutta membacakan surat per­nyataan pakta integritas se­bagai bentuk komitmennya menja­lankan roda organisasi sesuai aturan dan mekanisme Partai Golkar.

Dalam pakta tersebut, ia menya­takan kesediaannya menjalankan tugas secara aktif serta memberi­kan kontribusi positif bagi partai selama masa kepengurusan.

Peningkatan kursi legislatif men­jadi salah satu agenda strategis Golkar dalam mempersiapkan diri menghadapi pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah men­datang.

Tak hanya berorientasi pada perolehan suara, Toisutta turut menegaskan pentingnya pembe­nahan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, desa dan ke­lurahan. Penguatan struktur ter­sebut harus dilakukan tepat waktu dengan komposisi kepengurusan yang proporsional.

Ia juga menyatakan kesiapannya mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mekanisme organisasi, ser­ta seluruh ketentuan Partai Golkar. Komitmen itu mencakup menjaga integritas dan kewibawaan partai, menaati keputusan Dewan Pim­pinan Pusat (DPP), serta tidak melakukan tindakan yang berten­tangan dengan hukum.

Dia mendorong seluruh jajaran Golkar di Kota Ambon menge­sampingkan kepentingan pribadi dan menempatkan kepentingan organisasi sebagai prioritas. 

Dengan kepemimpinan baru ini, Golkar Ambon diharapkan mampu memperkuat jaringan organisasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Namun, target pe­ningkatan kursi hingga pemben­tukan fraksi lengkap di DPRD Kota Ambon membutuhkan strategi politik yang terukur, konsolidasi berkelanjutan, serta kerja nyata di tengah masyarakat.

Demo Kebijakan

Pelaksanaan Musda X DPD II Partai Golkar Kota Ambon diwarnai aksi protes lima Pengurus Keca­matan (PK) 

Pengurus kecamatan ini mem­persoalkan kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Kota Ambon, Ely Toisutta yang menunjuk Plt pengurus di tingkat kecamatan.

Aksi tersebut menyoroti polemik internal partai terkait proses per­gantian kepengurusan kecamatan yang dipersoalkan para demon­stran, karena dinilai tidak disertai komunikasi dan penjelasan yang memadai.

Dalam aksi itu, massa mem­ben­tangkan spanduk bernada protes bertuliskan, “Ely Toisutta Mengha­lalkan Segala Cara untuk Menjadi Ketua DPD Golkar Kota Ambon.”

“Ini kekecewaan kami terhadap kebijakan yang mereka anggap perlu dipertanggungjawabkan se­cara terbuka, terutama ketika partai sedang memasuki tahapan penting penentuan kepemimpinan melalui Musda,” ujar salah satu orator aksi. 

Para pengurus kecamatan meminta Ely menjelaskan dasar penunjukan Plt serta mekanisme organisasi yang digunakan dalam mengambil keputusan tersebut. Mereka menilai, langkah yang berdampak langsung pada struk­tur kepengurusan semestinya didahului komunikasi dengan pihak-pihak terkait.

Bagi para demonstran, perso­alan ini tidak sekadar menyangkut pergantian jabatan, tetapi juga transparansi dalam pengambilan keputusan dan penghormatan ter­hadap mekanisme organisasi partai.

Tanya ke DPD 

Toisutta sebelum terpilih kepada Siwalima menanggapi aksi protes lima pengurus kecamatan itu menegaskan, dirinya hanya menja­lankan tugas sesuai Surat Ke­putusan yang diterbitkan DPD I Partai Golkar Maluku.

Dia menegaskan, jika ada pihak yang mempertanyakan SK penun­jukan tersebut, maka hal itu harus dikonfirmasi langsung kepada DPD I Partai Golkar Maluku.

“Kenapa SK Plt dipertanyakan? Saya melakukan tugas sesuai dengan SK DPD I. SK itu diperin­tahkan oleh DPD I untuk menunjuk saya sebagai Plt,” tegas Ely, kepada Siwalima di Taman Budaya Jumat (9/10)

Ia mengatakan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk men­jelaskan lebih jauh mengenai keputusan tersebut. Sebagai Plt, ia hanya menjalankan tugas sesuai mandat yang diberikan.

“Kalau dipertanyakan, tanyakan saja di DPD I. Saya hanya jalankan tugas selaku Plt Ketua, itu saja,” ujarnya.

Ely menegaskan, fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas se­bagai Plt Ketua DPD II Partai Gol­kar Kota Ambon dan mendukung persiapan Musda yang dijadwal­kan berlangsung, Sabtu (10/10).

Tekankan Konsolidasi

Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kota Ambon Tahun 2026 resmi dibuka Ketua Harian DPD Partai Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu (10/10). 

Forum ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penataan strategi partai untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan perolehan suara pada kontestasi politik mendatang.

Mengusung tema “Golkar Solid Indonesia Maju” dan subtema “Memantapkan Konsolidasi, Mem­perkuat Komitmen Karya-Kekar­yaan untuk Mewujudkan Kejayaan Bersama”, Musda X diarahkan untuk mengevaluasi kinerja ke­pengurusan sebelumnya, meru­muskan kebijakan strategis, serta menentukan kepemimpinan DPD II Partai Golkar Kota Ambon periode berikutnya.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga persaudaraan dan tidak terjebak dalam kelompok-kelompok setelah proses Musda berakhir.

Ia menegaskan, perbedaan pilihan dalam menentukan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi internal. Namun, dinamika tersebut tidak boleh me­rusak kebersamaan dan persatuan di tubuh partai.(S-10)

BERITA TERKAIT