AMBON, Siwalimanews – Kasus siswa keracunan usai mengkonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi lagi. Padahal kejadian yang menimpa siswa SD di Kota Tual, pada Kamis (18/9) dan Siswa SMPN 1 Tepa belum selesai diketahui akar masalahnya.
Kali ini belasan siswa di SD Negeri 35 Ambon di Desa Passo, Kecamatan Baguala, harus dilarikan ke rumah sakit akibat di duga keracunan menu MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fredy Tasso saat dikonfirmasi Siwalimanews melalui telepon selulernya, Jumat (19/9) membenarkan kejadian itu.
Ia mengaku, kurang lebih ada 16 siswa SDN 35 dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Ambon, pada, Jumat (19/9) sekitar pukul 14.30 WIT.
“Informasi dari kepala Sekolah itu ada 16 siswa yang dibawa ke rumah sakit RSKD untuk dirawat akibat keracunan,â ungkap Tasso.
Menurutnya, menu MBG berupa mie yang dikonsumsi para siswa informasinya sudah berlendir atau basi, maka dampaknya para siswa keracunan.
Namun kondisi 16 siswa yang dilarikan ke rumah sakit, kini semuanya telah pulih dan telah kembali ke rumah masing-masing.
“Semuanya sudah pulang karena kondisi sudah membaik,” ucap Tasso.
Walaupun seluruh siswa yang dibawah ke rumah sakit sudah kembali ke rumah, namun ia sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi.
Ia berharap, MBG yang disalurkan ke setiap sekolah, paling lambat 4 jam sudah harus dikonsumsi oleh para siswa, sehingga makanan yang diberikan masih fresh.
“Harusnya setelah makanan matang sampai siswa konsumsi itu paling lambat itu 4 jam. Jangan melebihi 4 jam, karena nanti makanannya sudah tidak fresh,” tandasnya.
Ia juga berharap, dapur SPPG di Kecamatan Baguala dapat berbenah dan memperbaiki kinerja mereka, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi hal yang demikian.
“Ini kan MBG bagi anak-anak kita di sekolah. Jadi saya berharap, dapur SPPG paling tidak memperbaiki kinerja mereka, ” pintanya.
Selain itu Tasso juga mengharapkan, ketika pihak SPPG membuat makanan, harus menggunakan APD lengkap disertai sarung tangan dan masker, agar makanan tetap higienis. Kemudian transportasi yang digunakan untuk mengangkut MBG juga mesti diperhatikan kebersihan serta orang-orang yang mengantarkan MBG ke setiap sekolah.
“Intinya semua harus staril. Mulai dari APD, kemudian sarung tangan, masker sampai pada transportasi dan para pekerja yang bertugas membawa makanan ke sekolah harus diperhatikan semuanya,” tandas usul Tasso.(S-29)