SIWALIMA.id > Berita
Online | Kamis, 3 Juli 2025 pukul 17:06 WIT
Lagi, Harga Ikan Jadi Pemicu Naiknya Inflasi di Maluku

AMBON, Siwalimanews – Inflasi bulanan di provinsi Maluku kembali mengalami peningkatan dari sebelumnya padsa periode Mei 0,80 persen naik mnenjadi menjadi 0,97 persen (month-to-month/mtm) di bulan Juni.

Sementara untuk inflasi tahunan Provinsi Maluku pada periode Juni ini, tercatat sebesar 1,88 persen (year-on-year/yoy), menempatkan wilayah ini dalam rentang target inflasi nasional yang masih terkendali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Mohamad Latif dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Kamis (3/7) menjelaskan, tekanan inflasi bulan ini terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil inflasi sebesar 1,05 persen (mtm).

Peningkatan harga terutama terjadi pada komoditas perikanan, khususnya ikan tongkol. Hal ini dipicu oleh angin musim timur yang meningkatkan tinggi gelombang di Laut Banda dan Laut Arafura, sehingga membatasi aktivitas nelayan.

“Inflasi juga didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas hortikultura seperti bawang merah, tomat, dan aneka cabai. Kondisi ini disebabkan belum masuknya masa panen yang berdampak pada keterbatasan pasokan,” tulis Latif.

Secara spasial, inflasi bersumber dari tiga wilayah pembentuk IHK Maluku, yaitu Kabupaten Maluku Tengah (1,89 persen mtm), Kota Tual (1,41 persen mtm), dan Kota Ambon (0,36 persen mtm).

Meski terjadi peningkatan harga pangan, kelompok transportasi justru mengalami deflasi yang membantu menahan lonjakan inflasi lebih lanjut. Penurunan harga pada komoditas angkutan laut terjadi seiring dengan pemberlakuan diskon tarif hingga 50 persen selama libur sekolah.

“Selain itu, harga bensin juga mengalami penurunan menyusul penyesuaian harga BBM non subsidi oleh pemerintah pada Juni 2025,” jelas Latif.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku terus mengupayakan pengendalian harga melalui sejumlah program strategis, seperti pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Gerakan Mandiri Pangan melalui sekolah menanam cabai, Gerakan Pangan Murah (GPM) di Ambon dan Tual, serta akselerasi kerja sama antar daerah untuk menjamin pasokan pangan.

Tak hanya itu, TPID juga aktif melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok, termasuk stok hewan ternak menjelang Idul Adha, serta pengawasan terhadap stok ikan di Unit Pengolahan Ikan. Sedangkan di sektor pertanian, dilakukan pula kegiatan panen dan tanam padi gogo serta distribusi bantuan benih dan sarana produksi guna meningkatkan produktivitas.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tantangan cuaca dan pasokan pangan,” beber Latif. (S-25)

BERITA TERKAIT