AMBON, Siwalima.id - Kepala SMP Negeri 2 Ambon Elvis Suatran, memprotes pola penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh dapur SPPG Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Pasalnya, makanan disebut hanya disalurkan saat proses belajar mengajar berlangsung. Sementara ketika siswa mengikuti kegiatan kerja bakti atau Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), MBG tidak diantar ke sekolah.
Keluhan tersebut disampaikan Elvis, mengingat persoalan ini telah berlangsung sejak awal kerja sama SMP Negeri 2 Ambon dengan dapur Mangga Dua, hampir satu tahun terakhir.
Menurut Elvis, pihak sekolah telah menanyakan langsung persoalan tersebut kepada petugas lapangan. Namun, pihak dapur disebut berdalih, bahwa penyaluran MBG hanya dilakukan saat kegiatan belajar mengajar sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kalau anak-anak sedang kerja bakti atau ada kegiatan Porseni, mereka tidak membawa MBG. Mereka hanya membawa ketika proses belajar mengajar berlangsung,” ungkap Elvis kepada Siwalima.id di ruang kerjanya, Selasa (20/10).
Ia menyayangkan pola penyaluran tersebut, padahal, meskipun tidak ada pembelajaran di kelas, makanan masih bisa diantar agar siswa mengambilnya dan membawa pulang.
Kegiatan Porseni yang biasanya berlangsung selama dua hingga tiga minggu, setelah pelaksanaan tes pada Desember. Dalam periode tersebut, siswa disebut tidak menerima MBG karena kegiatan belajar mengajar reguler tidak berlangsung.
Ia juga membandingkan pelayanan dapur Mangga Dua dengan dapur penyedia MBG lainnya yang menurutnya, tetap menyalurkan makanan ketika sekolah menggelar kegiatan di luar pembelajaran reguler.
Selain itu, Elvis mengungkapkan bahwa pihak dapur pernah menyampaikan kemungkinan SMP Negeri 2 Ambon tidak lagi menerima MBG karena disebut tidak tercantum dalam surat keputusan (SK).
“Ini uang pemerintah, bukan uang mereka. Kita mau MBG ini tepat sasaran,” tegas Elvis.
Meski mengeluhkan pola penyaluran, Elvis mengaku, pengantaran MBG biasanya tiba tepat waktu, sekitar pukul 09.00 WIT. Ia juga menilai pelayanan mulai membaik setelah pergantian pengelolaan dapur, termasuk dari sisi penyediaan menu makanan.
“Saya berharap mekanisme penyaluran MBG dievaluasi, agar program tersebut berjalan konsisten dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa,” harap Elvis.(S-30 )