DOBO, Siwalima.id - Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru, Hans Djerol mengharapkan kapal harus kembali sandar dan bongkar di pelabuhan di Kota Dobo.
Hal tersebut menjadi kunci utama untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat Kepulauan Aru yang terpuruk akibat kebijakan transhipment atau bongkar muat di tengah laut
Ia menyebut dampak bongkar muat di tengah laut menunjukkan angka yang sangat signifikan.
“Jika seluruh kapal kembali sandar dan bongkar di darat, perputaran uang di masyarakat Aru bisa mencapai lebih dari. 200 miliar per tahun, ujarnya kepada wartawan kemarin.
Menurutnya dinas juga sudah melakukan testimoni langsung ke lapangan dengan menyasar ojek laut, ojek darat, mama-mama di pasar, pedagang lontong, karaoke-karaoke, mama di kebun.
“Mereka rata-rata pendapatannya di bawah 60-70 persen itu berkurang. Kondisi ini juga berimbas langsung pada PAD Kepulauan Aru,” jelasnya.
Dikatakan, sebelum kebijakan kapal tidak sandar diberlakukan, PAD dari sektor perikanan mampu mencapai Rp 27 miliar per tahun, namun kini anjlok drastis.
"Sekarang 1 miliar, tahun kema-rin itu 1,05 miliar. Jadi grafiknya turun drastis bila sebelumnya mencapai 27 miliar,” terangnya.
Pemerintah daerah sebenarnya sudah berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan menerbitkan perda tentang Tempat Pelelangan Ikan (TPI), namun, tidak akan efektif tanpa kehadiran kapal di darat.
“TPI tidak akan bisa beroperasi kalau kapal tidak sandar, jadi kapal sandar dulu supaya TPI bisa beroperasi,” ujarnya.
Terkait langkah ke depan, pihaknya sudah melakukan rapat lintas sektor untuk menyatukan persepsi dan kesiapan bersama semua stakeholder.
Mulai dari TNI Angkatan Laut, Polres Kepulauan Aru, Pertamina, penyedia jasa kontainer, hingga kelompok nelayan dan masyarakat umum diundang untuk dimintai pendapat.
Pihaknya juga bersyukur atas upaya bupati Kepulauan Aru yang terus mendorong hadirnya alternatif transportasi untuk membuka isolasi daerah.
"Kita bersyukur upaya pemda beberapa waktu ini untuk mendatangkan beberapa alternatif transportasi, baik itu maskapai penerbangan maupun transportasi laut, tol laut juga sedang diupayakan untuk kembali lagi," ungkapnya.
Menurutnya, dengan kembalinya kebijakan kapal sandar di Dobo dan dukungan konekti-vitas transportasi, dirinya optimis-tis kapasitas tampung hasil perika-nan dan hasil bumi masyarakat Aru untuk dikirim ke luar daerah akan kembali tersedia.(S-11)