DOBO, Siwalima.id - Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel menyebut dari 5.636 warga yang telah diperiksa hingga September 2026, tercatat 1.344 orang terdiagnosis hipertensi atau darah tinggi.
“Artinya, 25 persen warga Aru mengalami hipertensi tanpa disadari,” jelas Kaidel dalam sambutannya ketika membuka program cek kesehatan gratis dan edukasi layanan kesehatan yang berlangsung di salah satu cafe di Kota Dobo, Rabu (21/10).
Kegiatan itu diikuti 112 orang peserta CKG dan 112 orang peserta edukasi hipertensi. Hadir juga narasumber dokter spesialis penyakit dalam, Kepala BPJS Kesehatan Aru, serta dokter terkait tatalaksana stroke.
Menurutnya, banyak penderita hipertensi yang tidak mengetahui kondisinya karena penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala awal.
Jika tidak ditangani dirinya menyebut dapat berkembang menjadi komplikasi fatal seperti stroke, serangan jantung dan gagal ginjal.
Pada kesempatan itu dirinya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Aru yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kita dapat membangun komitmen bersama dalam membangun bidang kesehatan serta mempercepat pelaksanaan Cek kesehatan gratis di seluruh daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Pembangunan kesehatan merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi salah satu hak dasar masyarakat, yaitu hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Olehnya, pembangunan kese-hatan di Kepulauan Aru harus dipandang sebagai investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Jadi kalau orang tidak sehat, ekonomi nanti tidak jalan,” tandasnya.
Kegiatan ini sejalan dengan 8 Misi Asta Cita Presiden tahun 2024-2029, dimana Kementerian Kesehatan menjalankan program hasil terbaik cepat melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Memasuki tahun kedua pada tahun 2026 ini, program CKG difokuskan pada penanganan yang komprehensif dan terintegrasi, berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan dan berkelanjutan melalui BPJS Kesehatan.
“Penanganan lanjutan dijamin bagi peserta aktif, sedangkan warga yang belum terdaftar akan dibantu segera kepesertaannya. Layanan obat langsung di Puskesmas, pasien hipertensi dan diabetes hasil skrining dapat langsung menerima obat pada hari yang sama,” jelasnya.
Dalam rangka menyongsong HKN ke-62 yang jatuh pada 12 November 2026, pencanangan CKG serentak digelar di 11 kabupaten kota di Maluku.
Khusus di Kabupaten Kepulauan Aru, kegiatan ini akan dilanjutkan secara masif di 30 puskesmas agar menjangkau seluruh warga di desa dan kelurahan.
Sebelumnya, Ketua Penyelenggara, Kabid P2P Dinas Kesehatan, Hubertina Jamco, dalam laporannya menyampaikan, pihaknya terus menghimbau masyarakat untuk mengikuti program cek kesehatan gratis secara rutin setiap tahun meski dalam kondisi sehat.
Himbauan ini dikeluarkan setelah Kemenkes mendeteksi sekitar 1 juta kasus baru hipertensi pada peserta yang tahun sebelumnya tercatat dalam kondisi sehat. “Dengan demikian pemeriksaan berkala sangat krusial untuk mendeteksi penyakit dan faktor risiko sebelum berkembang menjadi komplikasi,” jelasnya.
Tujuan terselenggaranya kegiatan edukasi layanan kesehatan bagi pasien hipertensi melalui CKG adalah agar pasien hipertensi dan tenaga kesehatan teredukasi tentang pencegahan dan pengendalian penyakit.
Turut hadir Wakil Bupati Mohammad Djumpa, Danramil Dobo, Wakapolres Aru, , Ketua TP PKK Kepulauan Aru, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Sekretaris Klasis, Kepala Puskesmas se-Kepulauan Aru, serta undangan dan peserta kegiatan.(S-11)