AMBON, Siwalima.id - Setelah dua hari pencarian, nelayan asal Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Usman Bugal (50), akhirnya ditemukan selamat di perairan Pulau Manuk, Kamis (15/10).
Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut menggunakan perahu katinting di sekitar perairan Pulau Run, Kecamatan Banda. Ia ditemukan oleh kapal pesiar, White Manta yang berada di perairan tersebut untuk kegiatan menyelam bersama para tamunya.
Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu menjelaskan, laporan orang hilang diterima Kantor Pos SAR Banda pada, Rabu (14/10), sekitar pukul 08.20 WIT. Laporan disampaikan Fauzi Badilla, anggota keluarga korban.
Berdasarkan keterangan pelapor, Usman berangkat melaut dari Pulau Banda Besar pada, Selasa (13/10), sekitar pukul 04.00 WIT, untuk memancing di sekitar perairan Pulau Run. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung kembali.
"Upaya pencarian awal sempat dilakukan warga Pulau Run bernama Udin. Namun, hingga malam hari, pencarian tersebut belum membuahkan hasil," jelas Risamasu dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id Jumat (16/10).
Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair Banda, TNI AL, Koramil Banda, Polsek Banda, dan masyarakat kembali melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan melalui peta operasi SAR.
"Sekitar pukul 09.35 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi, bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk, Kabupaten Maluku Tengah,” tulis Risamasu.
Lokasi penemuan korban jelas Risamasu, diperkirakan berjarak sekitar 67 mil laut dari lokasi awal kejadian. Untuk mengevakuasi korban, tim mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Banda dengan membawa persediaan bahan bakar yang cukup, mengingat jarak tempuh yang jauh.
Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Manuk sekitar pukul 16.43 WIT. Korban kemudian dievakuasi dari kapal White Manta ke RIB untuk dibawa kembali ke Pulau Banda.
“Setelah menempuh perjalanan laut, tim bersama korban tiba dengan selamat di Pulau Banda sekitar pukul 22.50 WIT. Selanjutnya, korban diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Risamasu.
Risamasu mengaku, berdasarkan keterangan langsung korban, Usman terjebak kabut tebal saat berada di laut hingga kehilangan arah. Dalam kondisi tersebut, korban memutuskan mematikan mesin perahunya dan membiarkan perahu hanyut mengikuti arus.
Korban bertahan diatas perahunya selama tiga hari tiga malam hingga akhirnya terbawa arus ke perairan Pulau Manuk. Keberadaannya kemudian diketahui dan diselamatkan oleh kapal pesiar White Manta yang sedang berada di kawasan tersebut.
"Selama hanyut, korban tetap bertahan dan beristirahat di dalam perahunya hingga ditemukan dalam keadaan selamat,” papar Risamasu.
Risamasu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, masyarakat, serta pihak kapal White Manta atas koordinasi dan kerja sama selama proses pencarian hingga evakuasi korban berhasil dilakukan.
“Keberhasilan operasi ini mengakhiri pencarian nelayan yang sempat hilang kontak di perairan Banda tersebut,” tulis Risamasu.(S-10)