AMBON, Siwalima.id - Gempa bumi dengan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Laut Banda, Kamis (29/10).
Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.06 WIT itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,2 pada kedalaman 164 km.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, berdasarkan episenter, gempa ini terletak pada koordinat 6,34° Lintang Selatan, 130,48° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut berjarak 203 km Barat Laut Tanimbar.
“Sesuai hasil pemodelan tsunami menunjukkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis Wijayanto dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Kamis (29/10).
Menurut Wijayanto, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi dalam lempeng (intraslab) di Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (Oblique Normal).
Gempa ini dirasakan di Banda Naira, Tanimbar, Kaimana dan Sorong dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dimana terasa getaran seakan akan truk berlalu.
"Hingga pukul 05.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” janji Wijayanto.
Walaupun demikian, pihak BMKG menhhimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, hindari diri dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
Selain itu, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.(S-27)