SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 18 Juli 2025 pukul 17:07 WIT
Gempa Magnitudo 5.1 di Laut Banda, tak Berpotensi Tsunami

AMBON, Siwalimanews –  Gempa dengan magnitude 5.1 mengguncang wilayah Laut Banda, Jumat (18/7). Namun gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

Gempa yang terjadi pada pukul 02.04.57 WIT itu, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8.

Episenter gempa terletak pada koordinat 6,76° Lintang Selatan, 130,02° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 196 km arah Barat Laut Tanimbar pada kedalaman 152 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Laut Banda ( intraplate ),” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Jumat (18/7).

Menurutnya, berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal-fault).

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Amahai, Maluku Tengah dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu, kemudian terasa juga di daerah Pulau-Pulau Babar dan Dawelor Dawera, Kabupaten MBD dengan skala intensitas II – III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 02.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” tulis Daryono dalam rilis tersebut.

Walaupun demikian, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” himbau Daryono.(S-07)

BERITA TERKAIT