AMBON, Siwalima.id - Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang Laut Banda, Sabtu (12/9) sekitar pukul 15.14.31 WIB, namun guncangan gempa itu tak berpotensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menyebutkan, gempa tersebut berada di kedalaman 145 kilometer dan berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 6,04 derajat Lintang Selatan dan 130,62 derajat Bujur Timur.
“Lokasi episenter berada di laut, sekitar 227 kilometer Barat Laut Tanimbar. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan, bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis Wijayanto dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.co, Sabtu (12/9)
Ia menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa menengah yang terjadi akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah dan berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI di sejumlah wilayah.
“Wilayah yang merasakan guncangan tersebut meliputi Amahai, Maluku Tengah, Molu Maru dan Wuar Labobar, Kabupaten Tanimbar pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang,” jelas Wijayanto.
Hingga pukul 15.35 WIB menurut Wijayanto, belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG akan terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.(S-25)