SIWALIMA.id > Berita
Online | Kamis, 17 Juli 2025 pukul 19:02 WIT
Gelombang Tinggi Masih Hantui Perairan Maluku

AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, kembali mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi, yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Maluku.

Peringatan dini ini, berlaku mulai hari ini Kamis (17/7) pukul 09.00 WIT hingga Jumat (18/7) pukul 09.00 WIT.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Mujahidin dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Kamis (17/7) menje;askan, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 20 knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot, terpantau di Perairan Buru Bagian Utara dan Selatan, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Ambon–Lease, serta Perairan Seram Bagian Timur, termasuk sekitar Pulau Gorong.

Melihat kondisi ini, BMKG memprakirakan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di Perairan Selatan Maluku, Perairan Banda Neira, Laut Banda Bagian Tengah, Perairan Seram Bagian Timur (utara, selatan, dan Pulau Gorong), Perairan Kepulauan Kai Bagian Selatan, Perairan Selatan Kepulauan Aru hingga Laut Arafuru.

Mengingat kondisi tersebut, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat, khususnya para nelayan dan operator transportasi laut, mewaspadai potensi risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk beberapa jenis kapal yang perlu ekstra waspada antara lain, perahu nelayan dimana resiko tinggi jika angin dengan kecepatan 5 knot dan gelombang 1,25 meter sementara untuk Kapal Tongkang resiko tinggi jika angin 6 knot dan gelombang ,5 meter dan Kapal Ferry dengan resiko tinggi jika angin dengan kecepatan 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter serta kapal besar seperti kargo dan pesiar untuk resiko tinggi jika angin 27 knot dan gelombang 4 meter.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir serta pengguna jasa transportasi laut diharapkan terus memantau informasi terkini dari BMKG dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” himbauhnya.(S-25)

BERITA TERKAIT