AMBON, Siwalima.id - Politeknik Negeri Ambon bersama Pemerintah Negeri Hatumete meluncurkan program terobosan Island Market untuk memperkuat daya saing UMKM lokal melalui pendekatan digital.
Program ini, diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan era digital yang menuntut pelaku usaha untuk adaptif, khususnya dalam pemasaran, penjualan daring, dan analisis data usaha.
Tim pelaksana program Island-Market yang terdiri atas Melda Dahoklory, Caryl Alyona dan Leondry Anthoni, merancang program ini sebagai model Intelligent Digital Marketing, E-Commerce, and Sales Analytics yang dapat diterapkan pelaku UMKM secara praktis.
Model Island Market mencakup tiga pilar utama yakni, intelligent digital marketing, integrasi e-commerce, dan sales analytics sederhana. Melalui tiga pilar tersebut, pelaku UMKM di Negeri Hatumete didorong untuk tidak hanya berjualan secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan data dan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Ketua tim pelaksana, Melda Dahoklory mengaku, program ini dirancang agar pelaku usaha memiliki kemampuan baru yang aplikatif dan berkelanjutan. Digitalisasi UMKM bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan usaha.
“Melalui Island Market, UMKM tidak lagi sekadar berjualan. Kami ingin mereka pahami bagaimana merancang promosi yang tepat sasaran, memanfaatkan platform e-commerce, dan membaca tren pasar berdasarkan data penjualan,” tulis Dahoklory dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Selasa (13/10).
Ia menjelaskan, intelligent digital marketing membantu pelaku usaha menyusun strategi promosi yang lebih terarah. Mereka diajari cara memilih platform digital yang sesuai, membuat konten promosi yang menarik, serta memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran utama.
Pilar kedua, integrasi e-commerce, bertujuan untuk mengatasi batas geografis dalam pemasaran produk lokal. Pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen di luar daerah tanpa harus bergantung pada pembeli dari satu lokasi saja.
Sementara itu, sales analytics sederhana diberikan agar pelaku usaha mampu mencatat dan menganalisis penjualan. Dengan data yang terukur, keputusan bisnis tidak lagi hanya berdasarkan intuisi, tetapi dapat didukung oleh gambaran nyata mengenai produk yang diminati, pola penjualan, dan peluang pengembangan usaha.
Antusiasme Pelaku UMKM
Program yang dipusatkan di Balai Negeri Hatumete, ini mendapat antusias dari perangkat pemerintah negeri dan puluhan pelaku UMKM lokal. Kehadiran program digitalisasi ini dinilai sebagai kesempatan bagi pelaku usaha rumahan dan perajin lokal untuk naik kelas serta memperluas jangkauan pasar.
Bagi pelaku UMKM kuliner dan kerajinan, kemampuan pemasaran digital dinilai dapat membantu mereka menonjolkan produk lokal yang memiliki ciri khas, namun selama ini memiliki keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Anggota tim pelaksana Caryl Alyona menekankan, keberhasilan program ini bergantung pada kemampuan pelaku usaha untuk menerapkan ilmu yang diberikan secara konsisten.
“Teknologi dan data hanya akan bermanfaat jika pelaku usaha mau beradaptasi, konsisten dan terbiasa melihat peluang pasar secara lebih luas. Harapan kami, mereka tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar memakainya untuk mengembangkan usaha,” jelas Alyona.
Anggota tim lainnya, Leondry Anthoni menambahkan, pendekatan sales analytics penting karena banyak UMKM masih kesulitan mencatat penjualan secara rinci. Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha dapat mengetahui modal yang digunakan, harga jual yang tepat, serta produk yang paling diminati pasar.
“Analisis sederhana itu sangat berguna. Pelaku usaha bisa tahu apa yang harus diperbaiki, apa yang harus dikembangkan, dan bagaimana mereka bisa meningkatkan keuntungan tanpa menambah biaya promosi secara sembarangan,” ujar Anthoni.
Pemerintah Negeri Hatumete menyambut baik kolaborasi dengan Polnam. Program digitalisasi UMKM dinilai sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama dalam memperkuat sektor usaha kreatif, kerajinan, dan kuliner lokal.
Dengan dukungan pemerintah negeri dan pendampingan dari tim Polnam yang dipimpin Melda Dahoklory serta Caryl Alyona dan Leondry Anthoni, program ISLAND-MARKET diharapkan dapat membentuk ekosistem wirausaha yang cerdas digital, mandiri, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diproyeksikan menjadi langkah awal bagi Negeri Hatumete dalam memperluas pasar lokal, memperkuat ekonomi negeri, serta menghidupkan pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi digital.(S-06)