AMBON, Siwalima.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura Ambon, memperingati Dies Natalis ke-65 dengan menggelar doa syukur di pelataran gedung baru (Learning Centre) kampus tersebut.
Peringatan Dies Natalis itu, menjadi momentum bagi civitas akademika FKIP untuk merefleksikan perjalanan panjang lembaga dalam mencetak tenaga pendidik, sekaligus memperkuat komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dominggus Malle mengatakan, usia 65 tahun merupakan perjalanan panjang bagi sebuah institusi pendidikan, dengan bertambahnya usia, maka harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“FKIP Unpatti dituntut menjadi bagian dari kampus yang berdampak dan tidak terlepas dari peranan semua komponen di dalamnya, termasuk civitas akademika,” ucap Malle.
Ia menilai, seluruh komponen di lingkungan FKIP memiliki peran strategis dalam memastikan fakultas mampu memberikan dampak yang lebih luas. Untuk itu, FKIP harus memanfaatkan media informasi sebagai sarana untuk memperkenalkan berbagai capaian dan perkembangan fakultas kepada masyarakat.
Pasalnya, masyarakat perlu mengetahui, bahwa FKIP Unpatti terus berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas sumber daya manusia.
“Saya memberikan apresiasi kepada Dekan FKIP karena ada tiga program studi yang sudah terakreditasi unggul. Kedepannya program studi lainnya dapat mengikuti akreditasi tersebut,” tandas Malle.
Ia berharap, capaian yang telah diraih FKIP pada usia 65 tahun dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas fakultas sekaligus memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Dekan FKIP Unpatti, Prof I H Wenno menambahkan, FKIP Unpatti didirikan pada 10 September 1961, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kehadiran kita semua saat ini adalah bukti nyata dari kesatuan, komitmen, dan niat baik kita untuk mewujudkan FKIP yang cerdas, edukatif, religius, integritas, dan amanah,” ucap Wenno.
Menurutnya, selama 65 tahun FKIP telah melalui perjalanan panjang dalam membangun lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga pendidik dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan di Maluku.
FKIP, terus berupaya mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045, sekaligus mewujudkan visi Universitas Pattimura dan visi FKIP menuju akreditasi unggul. Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi salah satu fokus FKIP. Berbagai program dilakukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa, baik soft skill maupun hard skill.
Selain itu, FKIP juga menjalankan program pertukaran mahasiswa dengan Jerman melalui implementasi kurikulum perguruan tinggi dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada mahasiswa sekaligus memperluas wawasan mereka di lingkungan akademik internasional.
“Dari segi pembelajaran dan akademik, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan soft skill dan hard skill mahasiswa,” cetus Wenno.
Selain pengembangan akademik kata Wenno, mahasiswa FKIP juga mencatat sejumlah prestasi pada tahun 2026. Mahasiswa Prodi PGSD misalnya, berhasil menjadi Juara Umum Program Kreativitas Mahasiswa tingkat fakultas.
Mahasiswa ini juga, meraih juara umum Pekan Seni Mahasiswa Unpatti (Peksimika) tingkat universitas dengan meraih juara pada empat mata lomba. Dari sisi akreditasi, saat ini terdapat tiga prodi di FKIP yang telah memperoleh predikat unggul, yakni Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Jerman dan Pendidikan Sejarah.
Selain itu, sebanyak 12 prodi telah terakreditasi baik sekali, dua program studi terakreditasi baik, dan satu program studi berstatus aktif. FKIP juga mempersiapkan lima prodi untuk menjalani reakreditasi dengan target memperoleh predikat unggul.
“Direncanakan lima prodi akan melakukan reakreditasi dan dipersiapkan untuk akreditasi unggul,” tandas Wenno.
Ia menegaskan, peringatan Dies Natalis ke-65 tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan, namun momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi akademik dan kepemimpinan manajerial dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
“Syukur Dies Natalis FKIP ke-65 ini harus dimaknai bukan sekadar rutinitas historis belaka, tetapi untuk saling mendukung dan berkarya demi pengembangan FKIP Universitas Pattimura,” pungkas Wenno.(S-25)