AMBON, Siwalima.id - Dua Rumah Makan Padang dan satu kios sembako yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Negeri Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Kamis (15/10) dini hari ludes terbakar.
Peristiwa naas yang terjadi sekitar pukul 01.03 WIT itu, bukan saja menghanguskan tiga tempat usaha itu saja, namun juga berdampak pada gudang logistik milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku dan sejumlah ruangan di Polsek Baguala.
Ketiga tempat usaha yang terbakar itu, masing-masing RM Padang milik Mustafa Ardi dan RM Padang Sari Minang milik Ampi Leleulya, serta Kios Sembako Haikel milik Yusran Heldin.
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Jane Luhukay menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga mendengar teriakan seorang pengemudi ojek di sekitar pertigaan Polsek Baguala.
Ida Wasahua (saksi) yang sedang bertugas pada RM Padang milik Mustafa Ardi mengaku, sempat beraktivitas di dapur lantai dua sekitar pukul 22.00 WIT hingga tengah malam.
Setelah selesai memanaskan kuah, saksi menuju meja kasir dan duduk bersama rekannya, Susi Buton, sambil menunggu pelanggan. Saat keduanya berada di depan meja kasir, terdengar teriakan pengemudi ojek yang memberitahukan telah terjadi kebakaran.
“Mendengar teriakan itu, saksi kemudian membangunkan rekan-rekannya yang sedang tidur sebelum bersama-sama menyelamatkan diri keluar dari bangunan rumah makan,” ujar Ipda Jane mengutip keterangan saksi Ida.
Keterangan yang sama juga disampaikan pemilik RM Padang Sari Minang, Ampi Leleulya, bahwa dirinya terbangun setelah mendengar teriakan kakaknya Endi Kesaulia, yang memberitahukan adanya kebakaran.
Saat keluar, Ampi (saksi) melihat api mulai membesar dari bagian dapur RM milik Mustafa Ardi. Melihat kobaran api, saksi Ampi bersama Endi dan Sami Lesnusa sempat berupaya memadamkan api secara manual dengan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api semakin membesar dan mulai menjalar ke RM Padang Sari Minang, sehingga mereka akhirnya meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Upaya pemadaman dilakukan, setelah empat unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan taktis Water Cannon tiba di lokasi sekitar pukul 01.15 WIT.
“Petugas berupaya memadamkan api hingga sekitar pukul 03.00 WIT. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet lebih jauh ke bangunan lainnya,” jelas Ipda Jane.
Kapolsek Baguala, Iptu Esterlina Titiheru, bersama Wakapolsek, Aiptu E. Risakotta, turut tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 02.00 WIT. Personel kepolisian yang tiba di lokasi TKP, turut membantu petugas pemadam kebakaran, meminta keterangan para saksi, serta mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi guna mendukung proses penanganan lebih lanjut.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada personel yang dilaporkan menjadi korban. Namun, kerusakan material terjadi pada tiga tempat usaha dan sebagian bangunan fasilitas kepolisian.
“Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp700 juta,” urai Ipda Jane.
Saat ditanya penyebab kebakaran Ipda Jane mengaku, belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun berdasarkan informasi awal yang beredar, api diduga berasal dari lantai dua RM Padang milik Mustafa Ardi, yang memiliki sejumlah kompor untuk keperluan memasak.
“Informasi tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Polisi telah melakukan penanganan awal di lokasi kejadian dan mengambil keterangan sejumlah saksi untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Ipda Jane.
Damkar
Terpisah, Kadis Damkar Kota Ambon Alfredo Hehamahua menjelaskan, laporan kejadian ini diterima petugas pada pukul 01.00 WIT, menerima laporan itu, petugas langsung bergerak mennuju ke lokasi kejadian dan tiba di lokasi lima menit kemudian atau tepatnya pukul 01.05 WIT.
Empat unit mobil pemadam dan puluhan personel dikerahkan untuk menangani kejadian kebakaran tersebut. Keempat mobil Damkar yang dikerahkan ini, diantaranya 2 dari markas Komando dengan 30 personel, 1 dari Pos Passo dengan 4 personel dan 1 dari Pos Hative Besar dengan 7 personel.
“Informasi awal itu, api pertama kali muncul dari lantai dua bagian dapur Rumah Makan Padang, kemudian merembet ke Rumah Makan Sari Minang dan sebuah kios 24 jam,” beber Alfredo kepada Siwalima di Balai Kota, Kamis (15/10).
Peresonel Damkar yang tiba di TKP langsung melakukan pemadaman hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 03.15 WIT. Setelah kondisi terkendali, personel pemadam kebakaran kembali ke pos masing-masing. “Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut,” papar Alfredo.(S-30/S-10)