SIWALIMA.id > Berita
Online | Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 19:47 WIT
Drainase Tersumbat, Penyebab Banjir di Poka

AMBON, Siwalimanews – Banjir yang melanda Desa Poka, khususnya di Jalan Ir Putuhena dan Yan Syaranamual, tepatnya di depan Kampus Fakultas Perikanan dan Kedkokteran terjadi, dikarenakan drainase di lokasi tersebut tersumbat.

Tersumbatnya drainase itu membuat warga sekitar mengeluhkan kinerja dari Pemkot Ambon maupun Balai Jalan, lantaran tak memperhatikan drainase yang tersumbat

Padahal kawasan itu, menurut warga sekitar bukan merupakan daerah banjir. Terjadinya banjir ini diduga saluran drainase yang tersumbat.

Akibatnya, banyak kios, tempat usaha, rumah warga hingga asrama mahasiswa Unpatti juga terkena dampak banjir tersebut.

Irfan Solissa mahasiswa yang menempati asrama husus pria mengaku, banjir dilokasi tersebut mencapai lutut orang dewasa.

Bahkan mahasiswa yang berada di lantai satu asrama saling membantu mengevakuasi perabotan milik mereka ke lantai II.

“Banjir ini membuat air sampai masuk dalam asrama, ” ujar Irfan disela-sela aksi warga membersihkan drainase, Minggu (17/8).

Sementara itu warga di Jalan Ir Putuhena Reno Pattiselano mengeluh, kinerja dari dinas terkait di Pemkot Ambon maupun BPJN yang tak memperdulikan drainse di kawasan itu yang tak pernah diperbaiki.

Pasalnya, ia bersama warga telah menyampaikan perihal permasalahan drainase yang tersumbat ke BPJN saat banjir pertama melanda kawasan itu beberapa waktu lalu.

“Ini kan bukan daerah banjir, tapi kali ini banjir karena saluran drainase tersumbat. Saya juga sudah pernah sampaikan ke pihak BPJN tapi tidak ada tanggapan dari mereka,” tandas Retno.

Ia mengaku, ada pejabat BPJN yang telah meninjau lokasi banjir tersebut. Namun sampai terjadi banjir yang kedua kalinya di lokasi itu, pihak BPJN mapun pemkot tidak mengambil tindakan apapun.

“Ini kan jalan nasional, jadi merupakan tanggungjawab dari BPJN. RT setempat juga sudah pernah laporkan ke BPJN dan pemkot tapi sama saja tidak ada tindak lanjut. Padahal jalan nasional itu yang sangat diperhatikan oleh pemerintah, tapi disini drainasenya tidak diperhatikan sama sekali, ” tegasnya.

Pantauan Siwalimanews, Minggu (17/8), sejumlah mahasiswa dan warga mengaku dibayar oleh pihak swasta untuk menggali dan memperbaiki saluran drainase yang tersumbat. (S-29)

BERITA TERKAIT