AMBON, Siwalima.id - DPRD Provinsi Maluku memastikan, dalam waktu dekat akan memanggil seluruh pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk duduk bersama membahas ancaman krisis air bersih.
Langkah ini akan ditempuh, sebagai bentuk respon atas peringatan yang dikeluarkan BMKG Stasiun Pattimura, terkait ancaman ketersediaan air bersih di Maluku yang saat ini masuk dalam status awas.
Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala mengatakan, peringatan BMKG terkait ancaman krisis air bersih yang akan dihadapi sejumlah wilayah di Maluku menjadi perhatian serius DPRD.
DPRD secara kelembagaan, berinisiatif untuk memanggil seluruh pemerintah daerah guna menyatukan persepsi, terkait upaya antisipasi ancaman krisis air bersih di tahun 2027.
“Kita segara panggil semua pemda di Maluku untuk duduk bersama bicarakan kira-kira langkah apa saja yang akan kita ambil untuk hadapi ancaman krisis air bersih. Persoalan ini tidak boleh dipandang sepeleh karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ucap Sangkala kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Kamis (15/10).
Apalagi kata Sangkala, dalam waktu dekat akan ada pembahasan RAPBD tahun 2027, tentu DPRD menilai langkah ini penting, agar dalam APBD 2027 semua kabupaten/kota serta provinsi memiliki program yang jelas terkait antisipasi krisis air bersih.
Pemda sejak jauh-jauh hari, sudah harus menyiapkan kebijakan untuk mengatasi ancaman air bersih, sehingga ketika terjadi, tentu pemerintah dan masyarakat sudah siap menghadapinya.
“Bagi DPRD di dalam APBD tahun 2027 nanti program penangangan krisis air bersih harus masuk, jangan sampai sudah terjadi baru kita ambil tindakan itu sudah terlambat dan dewan tidak mau itu terjadi,” tegas Sangkala.
Lagipula kata Sangkala, dari laporan BMKG musim penghujan baru terjadi di Maluku sekitar bulan Maret 2027, sehingga ini akan berdampak pada ketersediaan air bersih yang juga ikut terdampak selama beberapa bulan ke depan.
Terkait dengan Karhutla, pemda diminta untuk terus melakukan upaya-upaya yang terstruktur dan sistematis, guna mempercepat pemadan sumber api penyebab kebakaran hutan dan lahan.
“Pemda saat ini sedang berupaya untuk terus melakukan penanganan Karhutla dan kita doakan semoga secepatnya selesai,” harap Sangkala.(S-20)