SIWALIMA.id > Berita
Ekonomi | Selasa, 29 September 2026 pukul 13:41 WIT
DPRD: Keberadaan SPBN Menjawab Kebutuhan Nelayan

AMBON, Siwalima.id - DPRD menjamin kemudahan in­ves­tasi pembangunan Stasiun Pe­ngisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di wilayah kepulauan Maluku.

Kemudahan investasi SPBN ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan nelayan, sekaligus memperluas penyaluran BBM subsidi bagi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Jhon Laipeny mengung-kapkan permohonan pembangu-nan SPBN sebelumnya harus mendapat persetujuan dari peme-rintah pusat,  namun saat ini tidak lagi.

 "Setelah adanya penjelasan dari Dinas Perikanan Maluku maupun pihak Pertamina, pengusaha lokal kini diberikan kesempatan untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan SPBN,” kata Laipeny kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (29/9).

Diakuinya saat ini terdapat 10 titik SPBN yang melalui proses untuk beroperasi dan diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pengembangan di wilayah kepulauan lainnya.

10 SPBN baru ini di beberapa tempat diantaranya di Waesela, Desa Wali, Walang Spanciby, Durjela, Tulehu, Tamilouw, Saumlaki Utara, Kelurahan Galai Dubu dan Dullah Laut.

"Keberadaan SPBN dapat memicu pembukaan titik-titik baru, terutama di daerah kepulauan yang memiliki banyak nelayan. Baik solar maupun pertalite itu nanti mereka akan penuhi,” bebernya.

Meski kemudahan investasi SPBN terbuka, Laipeny menyebut persoalan kuota BBM subsidi masih menjadi salah satu kendala yang perlu diperhatikan.

Karena itu, kebutuhan kuota subsidi untuk SPBN nantinya ketika diusulkan oleh Pemprov Maluku maka pihaknya akan mendorong adanya penambahan kuota yang secara khusus diperuntukkan bagi SPBN.

“Kuota ini kan nanti yang diusulkan. Yang usul kuota ini kan provinsi. Jadi nanti pemerintah provinsi, dewan, Dinas Perikanan akan juga meminta untuk penambahan kuota, khusus untuk SPBU nelayan,” jelasnya.

Terkait pengembangan SPBN di kawasan kampung nelayan, Laipeny menjelaskan terdapat perbedaan konsep antara kampung nelayan yang menjadi kawasan lengkap atau champion dengan kawasan yang hanya berfungsi sebagai penyangga.

Terkait SPBN di Kecamatan Nusaniwe, politisi Gerindra mengatakan berdasarkan penjelasan pihak Pertamina, calon investor untuk pembangunan SPBN tersebut sudah tersedia dan tinggal melanjutkan komunikasi untuk proses berikutnya.

“Kalau untuk SPBN Eri sudah ada komunikasi dengan calon investor calon kalau mereka berminat untuk berinvestasi, berarti dalam waktu dekat SPBU nelayan di Nusaniwe itu bisa beroperasi,” jelasnya.(S-20)

BERITA TERKAIT