AMBON, Siwalima.id - Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, HE Phillip Taula mengunjungi Universitas Pattimura Ambon, Selasa (15/9).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Pemerintah Selandia Baru dengan Unpatti dalam pengembangan energi bersih dan energi terbarukan di Maluku.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Ambon merupakan yang pertama kali. Salah satu agenda utamanya adalah peluncuran proyek New Zealand-Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) 2.
Dalam program tersebut, Unpatti menjadi salah satu mitra penting bersama sejumlah pihak lainnya di Maluku.
“Saya senang sekali bisa ke Ambon pertama kali. Tujuan utama untuk kunjungan ini adalah untuk meluncurkan proyek New Zealand MATES 2 dan salah satu partner yang penting di dalam proyek itu adalah Unpatti,” ucap Phillip.
Dalam kunjungannya, Phillip juga melihat sejumlah fasilitas kampus, termasuk Solar Lab Unpatti yang selama beberapa tahun terakhir mendapat dukungan dari Pemerintah Selandia Baru.
Menurut Phillip, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Selandia Baru untuk bekerja sama dengan Maluku dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap energi, khususnya energi bersih.
“New Zealand juga mendukung dalam beberapa tahun terakhir ini sebagai fokus kami untuk coba bekerja sama dengan Maluku untuk meningkatkan akses untuk energi bersih,” ujar Philip.
Melalui NZMATES 2 kata Philip, Pemerintah Selandia Baru memperkuat kolaborasi dengan sejumlah mitra di Maluku, diantaranya Pemerintah Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, Yayasan Mercy Corps, GHD, serta sejumlah mitra lainnya.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan energi bersih hingga ke tingkat masyarakat lokal.
Phillip menekankan, pentingnya memastikan pemanfaatan energi terbarukan tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Yang penting adalah bagaimana energi terbarukan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tandas Philip.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof Dominggus Malle, mengatakan kerja sama antara Unpatti dan Pemerintah Selandia Baru melalui Kedutaan Besar Selandia Baru serta tim NZMATES telah berlangsung sejak 2019.
Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian berkembang dengan pembangunan fasilitas energi terbarukan di lingkungan Unpatti pada 2021.
“Keterlibatan Unpatti merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya Selandia Baru dalam mempromosikan energi bersih dan energi terbarukan,” ucap Malle.
Ia menjelaskan, NZMATES kini telah memasuki fase kedua setelah fase pertama berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Dalam NZMATES 2.0, Unpatti tetap menjadi bagian dari program yang mendorong pengembangan energi terbarukan di Maluku.
Laboratorium Energi Terbarukan
Ia berharap, fasilitas dan laboratorium energi terbarukan yang ada di kampus tidak hanya menjadi fasilitas pajangan, tetapi dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana pembelajaran dan promosi energi bersih.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai media pembelajaran inovatif bagi mahasiswa, termasuk dengan penerapan Internet of Things (IoT) di sektor pertanian dan perikanan.
Selain itu, civitas akademika Unpatti diharapkan tidak hanya melakukan aktivitas pengembangan teknologi di dalam kampus.
Malle mendorong mahasiswa dan akademisi untuk turun langsung ke masyarakat, terutama dalam memberikan pelatihan dan membantu mengembangkan sistem kelistrikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Jangan sampai fasilitas ini hanya menjadi pajangan. Harus menjadi sarana promosi yang masif untuk mendorong transisi dari bahan bakar fosil menuju energi bersih,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara Unpatti, Pemerintah Selandia Baru, pemerintah daerah, dan berbagai mitra diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi terbarukan di Maluku.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap target nasional pengembangan energi surya hingga 100 GWp, termasuk mendukung rencana pembangunan PLTS skala besar di Kepulauan Aru.(S-25)