SIWALIMA.id > Berita
Daerah | Kamis, 4 September 2025 pukul 16:33 WIT
BMKG: Waspada Kebakaran Hutan & Lahan

BULA, Siwalimanews – Badan Meteorologi dan Geofisika kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini adanya potensi Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) sejumlah wilayah lain di Maluku.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima. Rabu. (3/9) menjelaskan peringatan dini dikeluarkan berdasarkan sistem analisis Peringatan Karhutla.

Berdasarkan, Fine Fuel Moisture Code  menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah. Mewakili tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang, dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, pada seluruh wilayah Kota Tual, Kabupaten, sebagian wilayah Seram Bagian Barat, sebagian wilayah Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” tulis Kemari dalam rilis tersebut

Menurutnya, Duff Moisture Code menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah, secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate).

Namun, pada seluruh wilayah Kota Tual, Kabupaten: sebagian wilayah Seram Bagian Barat, sebagian wilayah Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).

“Initial Spread Index menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin Nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6. m/s) Sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang-alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),”jelas Kemari.

Secara umum kata Kemari, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate). Namun, pada sebagian wilayah Kota Tual, Kabupaten: Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hi­-ngga sangat mudah (Very High).

“Disarankan untuk berkoodinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lembaga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan,” ujarnya.

Fire Weather Index menunjuk­kan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran sangat dipe­ngaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan ter­-bakar pada lapisan atas per­mu­kaan tanah di wilayah Maluku be­-rada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate).

“Namun, pada seluruh wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High),” kata Kemari.

Pihaknya berharap, bagi pengguna atau masyarakat disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna. (S-27)

BERITA TERKAIT