SIWALIMA.id > Berita
Online | Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 16:29 WIT
BMKG Ingatkan Karhutla Ancam KKT dan MBD

AMBON, Siwalimanews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya serta sejumlah wilayah lainnya di Maluku.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Kemari dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Sabtu (11/10) menjelaskan, peringatan dini ini dikeluarkan berdasarkan sistem analisis peringatan Karhutla .

Berdasarkan Fine Fuel Moisture Code, menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah.

Selain itu, tingkat kekeringan bahan-bahan ringan mudah terbakar (seperti humus permukaan, sampah dedaunan kering, alang-alang dan bahan ringan lain) yang biasanya menutupi lantai hutan pada kedalaman 1-2 cm.

“Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate) kecuali di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High),” tulis Kemari

Kemudian untuk duff moisture code kata Kemari, menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan- bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.

Mewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan-bahan kayu ringan (ranting-ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah yang secara umum, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori aman (Low) dan tidak mudah (Moderate).

Namun, di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya berada pada kategori mudah (High) dan sangat mudah (Very High).

“Initial Spread Index menunjukkan tingkat kemudahan penyebaran api jika terjadi kebakaran hutan. Nilai ISI meningkat secara eksponensial terhadap kecepatan angin dimana nilai ISI menjadi 2x lipat setiap kenaikan kecepatan angin sebesar 13km/jam (3.6 m/s) sangat baik menggambarkan kemudahan penyebaran di area padang rumput atau alang- alang, dimana penyebaran api yang sangat cepat akibat kecepatan angin yang tinggi dapat membentuk pola kepala api (head fire),” jelas Kemari

Secara umum menurut Kemari, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Sedangkan kategori tinggi (High) hingga sangat tinggi (High) di sebagian kecil wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar.

Fire Weather Index menunjukkan, besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran sangat dipengaruhi nilai ISI dan BUI. Secara umum tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah di wilayah Maluku berada pada kategori rendah (Low) dan sedang (Moderate). Sedangkan kategori tinggi (High) hingga sangat tinggi (Very High) di wilayah Kabupaten Tanimbar dan Maluku Barat Daya.

“Kami berharap, bagi pengguna atau masyarakat disarankan untuk melihat perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini, untuk menentukan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah pengguna. (S-27)

BERITA TERKAIT