AMBON, Siwalimanews – Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Ambon memperdiksi gelombang tinggi berpeluang terjadi disejumlah wilayah perairan di Maluku mulai 12-13 Juli.
Gelombang tinggi disebabkan pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin 10-25 knot.
âKecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Laut Seram, Perairan Buru, Laut Banda, Perairan Tanimbar, Perairan Kai, Perairan Aru dan Laut Arafuru,â tulis Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Muhammad Arya D dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat. (11/7).
BMKG mencatat peringatan dini gelombang tinggi 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara P. Buru, Perairan P. Ambon P. Lease, Laut Banda, Perairan Kai, Perairan Selatan Aru, Perairan Tanur Tanimbar, Perairan. Sermata- Leti dan Laut Arafuru bagian Barat.
Selanjutnya, Perairan Selatan Pulau Buru, Perairan SBT (P. Gorom), Perairan Banda Naira, Perairan Utara Aru, Perairan Barat Tanimbar, Perairan Babar, Perairan Wetar, dan Laut Arafuru bagian Tengah.
âPerahu nelayan dilarang berlayar apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter. Kapal Tongkang dilarang berlayar dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter,â pintanya.
Spartan Berpeluang Terjadi
BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat Maluku akan bahaya bencana alam berupa sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Spartan)
âFine Fuel Moisture Code, menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan-bahan ringan mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah,â terang Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon Muhammad Arya D dalam rilis yang diterima Siwalima, Jumat. (11/7).
Ia minta masyarakat waspadai bahan yang mudah terbakar pada lapisan atas permukaan tanah.
Pada wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, berada pada kategori mudah (High) hingga sangat mudah (Very High).
Duff Moisture Code, ini menunjukkan tingkat potensi kemudahan terjadinya kebakaran ditinjau dari parameter cuaca pada bahan organik di lapisan menengah permukaan tanah dan bahan-bahan kayu ringan (ranting- ranting kecil, semak belukar berkayu) di permukaan tanah.
âMewakili tingkat kekeringan lapisan tanah organik atau bahan kurang padat lain pada kedalaman 5-10 cm dan bahan- bahan kayu ringan (ranting- ranting kecil, semak belukar berkayu) dipermukaan tanah,â ungkapnya. (S-27)