SAUMLAKI, Siwalima.id - Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa memastikan pembangunan Blok Masela membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berkembangnya berbagai kegiatan usaha pendukung.
Besarnya proyek tersebut tidak otomatis menjamin masyarakat Tanimbar menjadi penerima manfaat apabila daerah dan masyarakat tidak mempersiapkan diri.
“Manfaatnya bagi masyarakat Tanimbar sangat bergantung pada kesiapan daerah dan masyarakatnya dalam mengambil bagian di dalamnya,” ujar Ricky saat sidang paripurna istimewa dalam rangka peringatan HUT ke-21 yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD KKT, Senin (5/10).
Menurutnya pemerintah daerah berkepentingan agar kesempatan kerja yang muncul dapat diisi tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi.
Selain itu, pengusaha dan UMKM lokal harus mampu masuk ke dalam rantai usaha yang berkembang akibat aktivitas proyek tersebut.
“Petani harus mendapatkan pasar baru, nelayan harus memperoleh nilai tambah, serta UMKM harus masuk ke rantai pasok,” tegasnya.
Karena itu, pendidikan dan pelatihan keterampilan dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaku usaha lokal juga diminta meningkatkan kapasitas, kualitas produk dan profesionalitas agar mampu bersaing dan mengambil peluang ekonomi yang terbuka.
Dirinya Ricky juga mengingatkan agar perkembangan Blok Masela tidak membuat struktur ekonomi Tanimbar bergantung pada satu sektor.
Ia menyebut Sektor pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif harus tetap dikembangkan secara bersamaan.
“Pada saat yang sama, kita perlu menjaga agar pembangunan ekonomi Tanimbar tidak hanya bergantung pada satu sektor,” harapnya.
Investasi besar yang masuk ke Tanimbar menurutnya dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan demikian, keberadaan Blok Masela tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi dalam skala besar, tetapi juga memperkuat usaha masyarakat dan perekonomian lokal.
Diapresiasi DPRD
Dalam kesempatan tersebut, DPRD KKT juga memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah, pemerintah pusat dan SKK Migas atas perkembangan Proyek Strategis Nasional Abadi Masela.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Richie Lourens Anggito menyebut dimulainya tahapan operasional proyek tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Tanimbar, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan sumber pendapatan daerah.
“Ini adalah harapan baru bagi ekonomi, membuka lapangan kerja bagi daerah dan menjadi sumber pendapatan daerah. Kami berharap proyek ini benar-benar memberikan keadilan bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyinggung pesan pemerintah pusat terkait penyerapan tenaga kerja lokal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memprioritaskan masyarakat dari wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Target minimal 30 persen pekerja serta pelaku usaha berasal dari daerah setempat berdasarkan kompetensi dan profesionalitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak daerah yang sebelumnya telah dipersiapkan melalui sekolah atau akademi migas diharapkan dapat terserap langsung untuk bekerja dalam proyek tersebut.
Namun, ia mengingatkan agar pembangunan berskala besar tersebut tidak mengabaikan hak-hak masyarakat adat.
“Pembangunan raksasa ini jangan sampai melupakan hak-hak masyarakat adat setempat,” tegasnya.(S-26)