SIWALIMA.id > Berita
Ekonomi | Rabu, 30 September 2026 pukul 12:54 WIT
BI Sebut Ekonomi Maluku Tumbuh 5,31 Persen

AMBON, Siwalima.id - Bank Indonesia menyebut perekonomian Provinsi Maluku tumbuh 5,31 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,19 persen pada periode yang sama.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku, Rakhmat Pratama mengatakan, pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II 2026 masih ditopang sejumlah sektor utama.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan II tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Rakhmat saat sarasehan wartawan dan diseminasi kebijakan yang berlangsung di salah satu hotel di Ambon, Selasa (29/9).

Ia menuturkan, dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Maluku.

Selain itu, perdagangan besar dan eceran, konstruksi serta industri pengolahan turut menopang perekonomian daerah.

Rakhmat mengatakan, industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi.

"Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Maluku terus bergerak," katanya.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen terbesar yang menopang pertumbuhan ekonomi, disusul pembentukan modal tetap bruto atau investasi.

Menurutnya, aktivitas investasi di Maluku juga mendapat dukungan dari berjalannya sejumlah proyek strategis dan program pemerintah. Dari catatan BI, adanya tren pemulihan nilai tukar petani (NTP) di Maluku.

Sebelumnya, NTP Maluku sempat berada di bawah 100. Namun, indikator tersebut menunjukkan tren perbaikan yang antara lain didukung membaiknya harga sejumlah komoditas perikanan.

Rakhmat menyebut harga komoditas seperti ikan cakalang serta produksi perikanan yang relatif baik menjadi faktor yang mendukung sektor tersebut.

“Produksi perikanan positif, harga ikan juga trennya positif. Hal-hal ini kami harapkan bisa mendorong kinerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai kesejahteraan petani masih perlu diperkuat. Selain itu, efisiensi anggaran turut berdampak terhadap sejumlah bantuan yang selama ini diterima petani. Kondisi tersebut dapat menyebabkan biaya produksi yang harus ditanggung petani meningkat.

Pihaknya juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kelompok tani dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kinerja sektor perdagangan dan transportasi lanjutnya, juga menunjukkan perbaikan.

Indikasinya antara lain terlihat dari meningkatnya penyaluran kredit perdagangan, aktivitas bongkar muat peti kemas, serta konsumsi listrik.

Rakhmat menyebut tingginya harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat karena berdampak terhadap biaya transportasi.

Untuk keseluruhan 2026, pihakbya memproyeksikan ekonomi Maluku tetap tumbuh positif.

“Harapannya belanja daerah ini terserap dengan maksimal. Dari belanja daerah dan juga belanja pemerintah pusat, kita bisa melihat banyak program pemerintah yang sudah berjalan sejak awal tahun,” kata Rakhmat.

Dengan berbagai faktor terse­but, BI memperkirakan pertum­buhan ekonomi Maluku pada 2026 berada pada kisaran 4,45 persen hingga 5,05 persen.(S-25)

BERITA TERKAIT