SIWALIMA.id > Berita
Ekonomi | Kamis, 5 Juni 2025 pukul 16:01 WIT
BI: Harga Ikan Jadi Pemicu Utama Inflasi Maluku

AMBON, Siwalimanews – Kantor Bank Indonesia Provinsi Maluku menyebut inflasi sebesar 0,80 persen (mtm) pada Mei 2025, meningkat dibandingkan April 2025 yang hanya sebesar 0,09 persen (mtm).

Hal ini dipengaruhi kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas ikan layang, ikan cakalang, dan ikan selar.

“Meskipun ketersediaan bahan pangan relatif terjaga, tekanan inflasi tetap terjadi, terutama akibat kenaikan harga komoditas perikanan, kata Kepala Perwakilan BI Maluku, Mohamad Latif, dalam rilisnya, Rabu (4/6).

Ia menjelaskan, pendorong utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil 0,52 persen (mtm). Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas ikan layang, ikan cakalang, dan ikan selar.

“Peningkatan harga ini dipicu oleh faktor cuaca, seperti tingginya gelombang di Laut Banda dan Laut Arafura, serta memasuki musim hujan di sentra produksi perikanan,” jelasnya.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil inflasi sebesar 0,10 persen (mtm), yang terutama disumbang oleh naiknya harga emas perhiasan.

Harga emas global terus meningkat akibat ketidakpastian geopolitik dunia, sehingga mendorong permintaan sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Menurutnya, dalam upaya mengendalikan inflasi, TPID Maluku terus memperkuat berbagai program strategis, terutama melalui gerakan nasional pengendalian inflasi pangan.

“Beberapa langkah konkret telah dilakukan, antara lain pemantauan stok dan harga barang kebutuhan pokok, operasi pasar, serta gerakan pangan murah,” terangnya.

TPID lanjutnya, juga menggencarkan program ketahanan pangan jangka panjang seperti pembagian bibit cabai rawit kepada sekolah dan masyarakat, gerakan menanam cabai di SMK Negeri Pertanian Pembangunan Passo, serta koordinasi dengan PT Pelindo untuk mempercepat bongkar muat barang di pelabuhan.

“Upaya menjaga kestabilan harga menjadi prioritas kami. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan,” ucapnya.(S-25)

BERITA TERKAIT