AMBON, Siwalima.id - Puluhan personel Polda Maluku yang memasuki masa pensiun diajarkan keterampilan baru mengelola hasil perikanan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon.
Mereka terdiri dari 64 anggota Polri, sembilan ASN dan tiga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Wakapolda Maluku, Brigjen Arif Budiman yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan dirancang untuk mempersiapkan personel menghadapi masa pensiun melalui pembekalan psikologis, pengelolaan keuangan, serta pengembangan keterampilan kewirausahaan.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara hibrida dan sebagian lagi mengikuti secara langsung di BPVP Ambon.
"Keterampilan yang diberikan kepada personel menjelang pensiun perlu disesuaikan dengan potensi ekonomi daerah," katanya dalam rilis yang diterima Siwalima, kemarin.
Untuk tahun anggaran 2026 lanjutnya, Polda Maluku memilih pengolahan ikan sederhana, karena sesuai dengan karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan.
Menurut Arif, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi calon purnabakti untuk mengembangkan usaha mandiri setelah tidak lagi berdinas di kepolisian.
"Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Dirinya berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, sekaligus menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Arif menyebut program "Siap Pensiun Bahagia" bertumpu pada empat pilar, yakni sehat, ikhlas, aktivitas bermanfaat dan produktif.
Aspek tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan personel menghadapi perubahan rutinitas, status sosial, maupun kondisi finansial setelah pensiun.
Pada kesempatan itu para peserta juga mendapat pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan aktivitas setelah masa kedinasan berakhir.
Para calon purnabakti juga diharapkan tetap menjaga nama baik institusi Polri dan memberikan kontribusi positif di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku, Kombes Dicky Irawan Kesuma mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mempersiapkan personel menghadapi kehidupan setelah masa kedinasan.
"Kami ingin memastikan setiap personel benar-benar siap kembali ke masyarakat, memiliki kemandirian ekonomi, keterampilan yang produktif serta kesiapan mental untuk menjalani kehidupan baru setelah pensiun," ujar Dicky.
Menurut dia, kesiapan memasuki masa pensiun tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan finansial, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Pemilihan pelatihan pengolahan hasil perikanan juga mempertimbangkan potensi ekonomi Maluku.
Dengan keterampilan tersebut, para peserta diharapkan dapat mengembangkan usaha sesuai kemampuan dan kondisi ekonomi di lingkungan masing-masing.
Dalam pelaksanaan program ini, Polda Maluku menggandeng BPVP Ambon, PT ASABRI Cabang Ambon dan Bank Mandiri, Taspen Cabang Ambon.
BPVP Ambon memberikan pelatihan pengolahan ikan sederhana melalui program tailor-made training.
Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan BPVP Ambon Ferdinandus Rianto Sampe mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan memberikan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.(S-25)