AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon mulai mengambil langkah antisipatif menyusul munculnya asap dan polusi udara, akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di luar Kota Ambon.
Untuk menyikapi bahaya itu, maka pemkot telah menyiagakan seluruh aparatur, termasuk personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, untuk mengantisipasi dan menangani potensi kebakaran.
Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku, kondisi udara di Kota Ambon mulai terdampak asap kebakaran. Karena itu, pemerintah mengambil langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Langkah antisipatif pemerintah adalah, pemkot akan bagi-bagi masker kepada masyarakat, sekaligus memberikan himbauan agar masyarakat harus pakai masker. Kalau polusi Kota Ambon sudah kelihatan, kita harus antisipasi,” ucap walikota kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Jumat (2/10) Malam.
Pembagian masker akan dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Ambon. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut akan mendapatkan masker, sekaligus himbauan untuk menggunakannya selama kondisi udara masih dipengaruhi asap.
Munculnya asap di Kota Ambon tidak hanya dipengaruhi kebakaran yang terjadi di wilayah kota, namun juga kebakaran yang terjadi di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai salah satu penyebab asap terbawa angin hingga masuk ke wilayah Kota Ambon.
“Kebakaran bukan di Kota Ambon saja, di Leihitu juga ada kebakaran. Makanya asapnya masuk ke Kota Ambon,” tandas walikota.
Selain kesehatan masyarakat menurut walikota, Pemkot Ambon juga telah melakukan koordinasi dengan PT Angkasa Pura dan Lanud Pattimura, untuk memastikan kondisi asap tidak mengganggu keselamatan penerbangan.
Berdasarkan hasil koordinasi, arah angin saat ini membuat asap belum mengganggu jarak pandang maupun aktivitas penerbangan.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Angkasa Pura dan Lanud untuk keselamatan penerbangan. Ternyata karena angin, asap tidak mengganggu penglihatan dan penerbangan,” beber walikota.
Melihat kondisi tersebut, walikota memastikan situasi penerbangan di Ambon masih dalam keadaan aman. Namun, pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi, khususnya untuk mencegah masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Kita masih ada pada situasi aman soal penerbangan. Kita antisipasi masyarakat supaya tidak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan lain-lain dengan himbauan gunakan masker. Masyarakat harus memakai masker untuk mencegah hal itu terjadi,” jelas walikota.
Ia juga mengimbau masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara masih dipengaruhi asap kebakaran serta mengikuti arahan pemerintah, terkait penggunaan masker dan keselamatan lingkungan.(S-30)