AMBON, Siwalima.id - Tim Detasemen Gegana Satbrimob, Polda Maluku, menemukan satu unit unexploded ordnance (UXO) atau amunisi sisa perang yang belum meledak di kawasan Proyek Strategis Nasional Blok Masela di Kabupaten Tanimbar.
Wadanden Gegana Satbrimob Polda Maluku, AKP W Matulessy menjelaskan, amunisi tersebut ditemukan saat tim melakukan survei dan deteksi UXO di Areal 662 PSN Blok Masela, Senin (7/9).
Berdasarkan pemeriksaan dan identifikasi awal, amunisi itu merupakan peninggalan Jepang pada masa perang dunia II, dengan tipe 91 kaliber 105 milimeter.
“Amunisi ditemukan tertanam sekitar 50 sentimeter di dalam tanah, di antara bebatuan karang,” tulis AKP Matulessy dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima.id, Sabtu (12/9).
Setelah ditemukan kata AKP Matulessy, lokasi langsung diamankan, dimana personel Polres Tanimbar bersama unsur terkait memasang garis polisi dan memastikan area di sekitar temuan tetap steril.
Temuan amunisi sisa perang dunia II tersebut, merupakan hasil survei dan deteksi yang dilakukan untuk memastikan keamanan kawasan proyek.
“Setiap temuan UXO harus ditangani secara profesional, terukur dan mengutamakan keselamatan. Setelah dilakukan identifikasi awal, lokasi langsung diamankan dan kami menyiapkan langkah pemusnahan oleh personel yang memiliki kompetensi khusus,” jelas AKP Matulessy.
Ia mengaku, benda yang diduga sebagai amunisi sisa perang, tidak boleh ditangani secara sembarangan.
“Prinsip utama kami adalah keselamatan. Benda yang diduga merupakan amunisi sisa perang tidak boleh dipindahkan atau ditangani oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi,” himbau AKP Matulessy.
Berdasarkan hasil koordinasi lanjut AKP Matulessy, pemusnahan UXO dijadwalkan pada, Rabu (16/9), setelah Tim Pemusnahan Den Gegana Satbrimob Polda Maluku tiba di Saumlaki, Kabupaten Tanimbar.
Sebelum pemusnahan, pengamanan di sekitar lokasi akan terus diperkuat dengan melibatkan pihak Polres Tanimbar dan sejumlah unsur terkait.
Sementara itu, Kapolres Tanimbar, AKBP Ayani menambahkan, pihaknya telah mengamankan lokasi untuk mencegah masyarakat maupun pihak yang tidak berkepentingan mendekati benda tersebut.
“Begitu temuan diketahui, kami langsung melakukan langkah pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana. Lokasi kami pastikan tetap steril sampai proses penanganan dan pemusnahan dilakukan oleh tim yang berkompeten,” cetus kapolres.
Ia menghimbau masyarakat dan pekerja agar tidak menyentuh, memindahkan, atau melakukan tindakan apa pun terhadap benda yang diduga sebagai amunisi atau bahan peledak.
“Apabila menemukan benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan khusus,” ujarnya.
Ia mengatakan, sinergi Polri, TNI, pengelola proyek, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan pembangunan di kawasan Blok Masela berlangsung dengan aman.
Hingga Sabtu (12/9), lokasi temuan masih berada dalam pengamanan personel terkait. Pemusnahan dijadwalkan dilakukan pada 16 September 2026 setelah Tim Pemusnahan Den Gegana Satbrimob Polda Maluku tiba di Saumlaki.(S-25)