SIWALIMA.id > Berita
Pendidikan | Selasa, 3 November 2026 pukul 14:36 WIT
Unpatti Ambon Lepas 1.713 Lulusan ke Masyarakat

AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura kembali mewisudakan 1.713 lulusan program sarjana, profesi, magister dan doktor ke masyarakat dalam wisuda periode Oktober tahun akademik 2026.

Sebanyak 1.713 lulusan yang diwisudakan terdiri dari 1.621 lulusan sarjana, 70 lulusan magister, enam lulusan doktor, satu lulusan Pendi­dikan Profesi Guru dan 15 lulusan pendidikan profesi dokter.

Dari jumlah tersebut, terdapat 56 lulusan PSDKU Kabupaten Kepu­lauan Aru dan 51 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.

Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwa­kabessy dalam sambutannya me­nga­takan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik melainkan momentum pertanggungjawaban pub­lik bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan dampak nyata pen­didikan terhadap masyarakat.

Atas nama pimpinan universitas, civitas akademika, dan tenaga ke­pendidikan, dirinya menyampaikan selamat dan rasa bangga setinggi-tingginya kepada seluruh wisuda­wan dan wisudawati.

“Keberhasilan para lulusan merupakan hasil perjuangan pan­jang yang tidak terlepas dari duku­ngan dosen, keluarga, serta orang tua, tegasnya dalam sambutan, di Gedung Auditorium Universitas Pattimura, Senin (2/11). 

Selain itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali yang telah memberikan kepercayaan kepada Unpatti untuk mendidik anak-anaknya. “Keperca­yaan ini merupakan amanah besar bagi kami yang harus terus dijaga oleh institusi ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor juga memaparkan tiga fokus utama transformasi Unpatti untuk mening­katkan kualitas pendidikan tinggi.

Rektor juga menyebutkan, saat ini, Unpatti telah memiliki 19 program studi dengan akreditasi unggul dan tengah mengusulkan 18 program studi untuk memperoleh akreditasi internasional.

Rektor juga menyampaikan jumlah mahasiswa aktif Unpatti pada Tahun Akademik 2026/2027 menca­pai 32.842 orang.

Sementara itu, Ketua Senat Un­patti, Prof. Tonny Pariela meng­ingatkan para lulusan agar tidak hanya mengan­dalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mengem­bangkan kecerdasan spiritual dan sosial.

Ia mengaitkan momentum wisuda dengan sejumlah peristiwa penting nasional pada Oktober, yakni Hari Kesaktian Pancasila, Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Sumpah Pemuda. “Ketiga momentum tersebut me­ngandung nilai penting bagi kehi­dupan berbangsa dan bernegara,” ujar Pariela.

Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris, Sadli Ie menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Unpatti. “Wisuda bukanlah akhir perjua­ngan akade­mik, melainkan awal bagi para lulu­san untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata,” pesan gubernur.

Gelar akademik, menurutnya harus dibuktikan melalui kemampuan menyelesaikan persoalan dan mem­berikan manfaat bagi masyarakat.

“Karena itu, bagi para lulusan, harus mempersiapkan diri mengha­dapi perubahan dunia yang semakin cepat, terutama perkembangan tek­no­logi, kecerdasan buatan, peruba­han iklim, ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.

Hadiri Wisuda Unpatti

Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengajak para lulusan Unpatti Ambon untuk tidak berhenti belajar setelah meraih gelar sarjana.

Dalam pidatonya, ia mengingat­kan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal memasuki kehidupan nyata dengan tantangan yang jauh lebih kompleks.

Menurutnya, perkembangan du­nia berlangsung sangat cepat. Ne­gara-negara yang berhasil mencapai kemajuan adalah negara yang me­nempatkan pendidikan dan pengua­saan ilmu pengetahuan sebagai prioritas utama.

Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang dikunjunginya. Negara-negara tersebut mampu berkembang karena pendidikan mereka berjalan mendahului perubahan zaman.

“Belajar adalah tuntutan seumur hidup. Anda tidak bisa berhenti belajar karena ilmu pengetahuan terus ber­kembang. Apabila tidak terus belajar, kita akan tertinggal,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong Unpatti agar memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengeta­huan dan riset yang mampu men­jawab kebutuhan masyarakat serta potensi daerah.(S-25)

BERITA TERKAIT