AMBON, Siwalima.id - Universitas Pattimura kembali mewisudakan 1.713 lulusan program sarjana, profesi, magister dan doktor ke masyarakat dalam wisuda periode Oktober tahun akademik 2026.
Sebanyak 1.713 lulusan yang diwisudakan terdiri dari 1.621 lulusan sarjana, 70 lulusan magister, enam lulusan doktor, satu lulusan Pendidikan Profesi Guru dan 15 lulusan pendidikan profesi dokter.
Dari jumlah tersebut, terdapat 56 lulusan PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru dan 51 lulusan PSDKU Kabupaten Maluku Barat Daya.
Rektor Unpatti, Prof Fredy Leiwakabessy dalam sambutannya mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik melainkan momentum pertanggungjawaban publik bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan dampak nyata pendidikan terhadap masyarakat.
Atas nama pimpinan universitas, civitas akademika, dan tenaga kependidikan, dirinya menyampaikan selamat dan rasa bangga setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
“Keberhasilan para lulusan merupakan hasil perjuangan panjang yang tidak terlepas dari dukungan dosen, keluarga, serta orang tua, tegasnya dalam sambutan, di Gedung Auditorium Universitas Pattimura, Senin (2/11).
Selain itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali yang telah memberikan kepercayaan kepada Unpatti untuk mendidik anak-anaknya. “Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi kami yang harus terus dijaga oleh institusi ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Rektor juga memaparkan tiga fokus utama transformasi Unpatti untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Rektor juga menyebutkan, saat ini, Unpatti telah memiliki 19 program studi dengan akreditasi unggul dan tengah mengusulkan 18 program studi untuk memperoleh akreditasi internasional.
Rektor juga menyampaikan jumlah mahasiswa aktif Unpatti pada Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 32.842 orang.
Sementara itu, Ketua Senat Unpatti, Prof. Tonny Pariela mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga mengembangkan kecerdasan spiritual dan sosial.
Ia mengaitkan momentum wisuda dengan sejumlah peristiwa penting nasional pada Oktober, yakni Hari Kesaktian Pancasila, Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Hari Sumpah Pemuda. “Ketiga momentum tersebut mengandung nilai penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Pariela.
Sementara itu, Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris, Sadli Ie menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Unpatti. “Wisuda bukanlah akhir perjuangan akademik, melainkan awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata,” pesan gubernur.
Gelar akademik, menurutnya harus dibuktikan melalui kemampuan menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena itu, bagi para lulusan, harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat, terutama perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.
Hadiri Wisuda Unpatti
Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla mengajak para lulusan Unpatti Ambon untuk tidak berhenti belajar setelah meraih gelar sarjana.
Dalam pidatonya, ia mengingatkan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal memasuki kehidupan nyata dengan tantangan yang jauh lebih kompleks.
Menurutnya, perkembangan dunia berlangsung sangat cepat. Negara-negara yang berhasil mencapai kemajuan adalah negara yang menempatkan pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai prioritas utama.
Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang dikunjunginya. Negara-negara tersebut mampu berkembang karena pendidikan mereka berjalan mendahului perubahan zaman.
“Belajar adalah tuntutan seumur hidup. Anda tidak bisa berhenti belajar karena ilmu pengetahuan terus berkembang. Apabila tidak terus belajar, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong Unpatti agar memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta potensi daerah.(S-25)