AMBON, Siwalima.id - PT Pertamina Patra Niaga wilayah Ambon telah meminta kepada SPBU di Kota Ambon agar melayani konsumen Biosolar lebih awal mulai pada pukul 05.00 WIT.
Hal ini merupakan hasil koordinasi bersama pertamina, kepolisian, mitra SPBU dan Asosiasi Sopir Truk pada Agustus lalu.
"Layanan Biosolar di Kota Ambon dibuka mulai jam 5 pagi agar para pengguna Biosolar dapat mengisi lebih awal sebelum jam sibuk pada pagi hari,” tulis Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi dalam rilis, Sabtu (19/9).
Dirinya menyebut jam layanan lebih awal ini diharapkan juga dapat meningkatkan ketertiban dan mengurangi kepadatan di area SPBU pada jam sibuk.
Pertamina Patra Niaga kata Bramantyo menjelaskan suplai Biosolar ke SPBU direncanakan dengan baik untuk menjaga ketersediaan stok.
Perencanaan suplai dan proses bongkar yang tepat waktu juga diharapkan mengurangi kepadatan di SPBU.
"Stok kami terus jaga, penyaluran pun saat ini dilakukan sesuai aturan penugasan yang diberikan kepada Pertamina, ini adalah bentuk transparansi penyaluran BBM bersubsidi,” tegasnya.
Pertamina juga akan terus memprioritaskan pasokan suplai dari Integrated Terminal Wayame ke SPBU-SPBU agar layanan yang dimulai lebih awal pada pagi hari dapat berjalan maksimal.
Pada tanggal 14 September lalu juga telah dilakukan rapat koordinasi mengenai keandalan pasokan dan ketersediaan BBM yang dipimpin oleh Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto bersama pemerintah provinsi, TNI, dan Pertamina.
Sinergi dan koordinasi rutin ini dilakukan sebagai upaya bersama memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi, serta menjaga layanan BBM bagi masyarakat.
"Kita melihat fenomena adanya antrian di sejumlah SPBU. Namun, untuk wilayah Maluku, saya tegaskan antrian tersebut khusus kendaraan-kendaraan logistik. Memang ada pengaturan di situ,” katanya.
Pengaturan lanjutnya dilakukan untuk mengantisipasi tindak pidana penyalahgunaan BBM.
Untuk mengantisipasi modus terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi, Polda Maluku juga sudah menurunkan tim gabungan bersama pemda, TNI dan Pertamina guna melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan.
Masyarakat juga diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, tetap tertib saat mengantri.
“Kami ingatkan jangan coba-coba melakukan kecurangan,” pungkas Kapolda Maluku.
Pertamina Patra Niaga sangat mengapresiasi langkah cepat Polda Maluku bersama seluruh pihak terlibat dalam melakukan pengawasan dan penindakan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Pertamina Patra Niaga sendiri telah melakukan pembinaan kepada 6 SPBU di Kota Ambon hingga September yang terbukti menyalurkan BBM subsidi tidak sesuai aturan.
“Ini adalah bagian langkah kami untuk menjaga penyaluran BBM bersubsidi yang lebih baik," ucap Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Ambon, Aria Aditya.
Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait produk, layanan, ataupun pertanyaan lainnya agar dapat langsung menghubungi Pertamina Contact Center 135.(S-27)