SIWALIMA.id > Berita
Online | Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 19:36 WIT
Resmi Ditutup, Nolloth-Itawaka Apresiasi GAMKI Mengabdi 2026

AMBON, Siwalima.id - GAMKI Mengabdi 2026 di Negeri Nolloth dan Itawaka akhirnya resmi ditutup pada Minggu (11/10) oleh Asisten III Setda Provinsi Maluku, Boy Kaya mewakili Gubernur Maluku.

Penutupan ditandai dengan ibadah yang dipusatkan di perbatasan kedua negeri tepatnya di Batu Damai. Pengambilan tempat ibadah penutupan di Batu Damai sebagai pengingat kepada generasi muda bahwa pernah terjadi kesalahpahaman dan di Batu Damai itulah perdamaian terjadi.

Dalam refleksi ibadah penutupan GAMKI Mengabdi, para pemimpin jemaat  masing-masing negeri menyatakan bahwa pertikaian tidak harus menjadi warisan dan perdamaian tidak boleh berhenti sebagai kenangan.

Kegiatan penutupan GAMKI Mengabdi 2026 di perbatasan Negeri Titasomi Louhata Kakerissa (Nolloth) dan Negeri Lilisal  Beinussa Amapatti (Itawaka) di Batu Damai bukan untuk menghitung siapa yang pernah salah, melainkan untuk mengingat bahwa semua dipanggil menjadi saudara di hadapan Tuhan.

Batu Damai menjadi pengingat bahwa perbatasan negeri tidak boleh menjadi tempat di mana kasih di batasi. Kesalahpahaman dapat menyalakan api pertikaian, tapi kerendahan hati dapat membuka jalan pemulihan. 

Karena itu dalam momentum GAMKI Mengabdi di Negeri Nollot dan Itawaka secara tidak langsung membawa hati yang siap mendengar, mulut yang berhati-hati dalam berkata dan tangan yang siap merawat damai.

Ibadah penutupan dipimpin Ketua Klasis Pulau-pulau Lease, Pendeta J. Malle itu berjalan hikmat karena dihadiri masyarakat kedua negeri. Usai refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban Keluarga besar GAMKI Maluku dengan masyarakat setempat.

Untuk diketahui, program GAMKI Mengabdi 2026 memberikan berbagai manfaat nyata bagi masyarakat luas, jemaat dan kader GAMKI. Seperti pelayanan kesehatan yang menghadirkan layanan pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan bagi warga Nolloth dan Itawaka  yang membutuhkan.

Pemberdayaan dan pelayanan sosial dimana melakukan kegiatan langsung yang berorientasi pada kebutuhan riil warga, seperti peduli terhadap lingkungan mengajak jemaat dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan serta kelestarian alam sekitar dengan cara aksi menanam tanaman sekitar 300 anakan dan bibit yang bermanfaat bagi  lingkungan.

Pendidikan dan pelatihan warga gereja khusus pelatihan bagi Pengasuh Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI). Pelatihan kewirausahaan bagi perempuan,  Selan itu penguatan toleransi dan perdamaian menjadi ruang untuk merawat kerukunan umat, mempererat persaudaraan antar-sesama, serta mendukung perdamaian wilayah. 

Termasuk isu-isu strategis pembangunan dimana GAMKI hadir sebagai wadah dialog dan dorongan terhadap isu pembangunan daerah, seperti aspirasi pemekaran wilayah Kepulauan Lease.

Usai acara penutupan GAMKI Mengabdi, Sekretaris Panitia, Welhelmus Labobar kepada pers di Saparua mengaku  GAMKI merupakan sarana pengabdian dan karya nyata menjadi wadah bagi pemuda Kristen untuk mengaplikasikan iman ke dalam aksi-aksi yang berdampak langsung kepada masyaraat.

“Terus terang ini organisasi pengabdian dan pelayanan semua kita lakukan atas dasar iman. Puji Tuhan GAMKI Mengabdi 2026 di Nolloth dan Itawaka berjalan aman dan lancar semua berkat dukungan masyarakat kedua negeri,” ujar Labobar. (S-07)

BERITA TERKAIT