SIWALIMA.id > Berita
Online | Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 16:30 WIT
Karantina Maluku Evaluasi Kinerja Ekspor

AMBON, Siwalimanews – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Maluku melakukan evaluasi kinerja ekspor  semester I tahun 2025, yang berlangsung di kantor tersebut, Kamis (31/75).

Evaluasi ini, akan menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dan potensi dalam pengembangan ekspor daerah.

Kepala Karantina Maluku Abdur Rohman dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Jumat (1/8) mengaku, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan ekspor daerah, antara lain akses pasar yang masih terbatas, persoalan logistik, ketersediaan kontainer ekspor, hingga proses fumigasi.

“Untuk itu, kami merumuskan sejumlah rencana aksi percepatan, seperti fasilitasi perluasan pasar ekspor, kolaborasi antara instansi daerah dan pusat, penguatan kapasitas pelaku ekspor, kemudahan perizinan, serta revitalisasi infrastruktur pendukung,” jelas Rohman.

Evaluasi ini menurut Rohman, diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antar instansi dan pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekspor Maluku secara berkelanjutan.

Sementara itu, Asisten Sekda Maluku Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kasrul Selang, dalam paparannya menjelaskan, Provinsi Maluku memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun kontribusinya terhadap peningkatan PAD masih belum optimal.

“Maluku dikenal sebagai daerah kepulauan dengan luas wilayah mencapai 712.479,65 kilometer persegi, dari jumlah tersebut, 92,4 persen atau sekitar 658.294,69 kilometer persegi merupakan wilayah laut,” jelas Kasrul.

Kasrul juga merinci, potensi hasil laut Maluku mencapai 3,9 juta ton dengan nilai sekitar Rp117 triliun. Selain itu, sektor perkebunan memiliki luas lahan 256.840,23 hektar, dengan produksi tahunan mencapai 158.793,38 ton.  Adapun potensi kehutanan mencakup 366.239,38 hektar dengan produksi 156.659,82 ton per tahun.

“Namun, semua potensi ini belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,” beber Kasrul.

Menurut Kasrul, pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi dapat mendorong kualitas ekspor. Karena itu, perlu ada pembenahan kapasitas sarana dan prasarana ekspor di Maluku.

“Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kerja sama lintas sektor dalam rangka mendorong percepatan ekspor, termasuk dengan mengoptimalkan ekspor langsung melalui Maluku Integrated Port,” tandas Kasrul.(S-25)

BERITA TERKAIT