SIWALIMA.id > Berita
Online | Sabtu, 26 September 2026 pukul 16:14 WIT
Jaspel BPJS Nakes SBT tak Kunjung Dibayar

BULA, Siwalima.id - Pembayaran jasa pelayanan, BPJS bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Timur, hingga saat ini tak kunjung dibayarkan. 

Pemkab SBT mengaku, keterlambatan tersebut, berkaitan dengan ketentuan yang harus dipenuhi serta adanya rekomendasi dari BPK, sehingga proses pembayaran masih menunggu penyelesaian sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima.id di BPJS menjelaskan, keterlambatan pembayaran jasa pelayanan bagi tenaga kesehatan di Kabupaten SBT menjadi perhatian, setelah disebut belum dibayarkan selama kurang lebih 11 bulan. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap hak tenaga kesehatan yang selama ini menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemkab SBT menyebut keterlambatan pembayaran bukan semata-mata karena tidak adanya kemauan untuk membayar, tetapi berkaitan dengan ketentuan dan mekanisme pengelolaan anggaran yang harus dipenuhi,” ucap sumber tersebut kepada Siwalima yang enggan namanya dipublikasikan, Kamis (24/9).

Ia menyebut, Pemkab SBT juga menyatakan, adanya rekomendasi BPK yang perlu ditindaklanjuti dalam proses penyelesaian pembayaran jasa pelayanan tersebut.

Di sisi lain, tenaga kesehatan yang memiliki hak atas jasa pelayanan ini, tentunya membutuhkan kepastian mengenai kapan pembayaran tersebut dapat direalisasikan. 

“Penyelesaian persoalan Jaspel BPJS ini diharapkan menjadi perhatian serius pemkab dengan tetap mengacu pada aturan serta hasil pemeriksaan BPK. Kepastian pembayaran penting agar tidak menimbulkan ketidakjelasan berkepanjangan sekaligus menjaga motivasi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah SBT," cetusnya.

Terpisah, Plt Kadis Kesehatan SBT Punira Kilwalaga ketika di konfirmasi Siwalima.id melalui pesan WhatsApp, Kamis. (24/9) malam enggan berkomentar lebih jauh. 

“Silahkan cek di rumah sakit. Dananya di RS bukan di dinas. Jadi tanyakan direktur saja,” tulis Punira melalui pesan WhatsApp.

Direktur RSUD Bula Deny Suryana ketika di konfirmasi Siwalima.id melalui pesan WhatsAppnya  terkait masalah tersebut, juga belum memberikan keterangan, walaupun pesan sudah terbaca.(S-27)

BERITA TERKAIT