AMBON, Siwalimanews â Dinas Kesehatan Maluku bekerjasama dengan UNICEF menggelar pelatihan sekaligus sosialisasi tentang sistem notifikasi ibu hamil dan ibu bersalin, bagi fasilitas kesehatan di Kota Ambon.
Pelatihan yang diselenggarakan pada 29 Agustus kemarin di salah satu hotel di Kota Ambon ini, merupakan langkah konkrit Dinkes Maluku dalam upaya pencegahan angka kematian kepada ibu dan bayi. Langkah ini dilakukan, untuk memberikan ruang untuk mengecilkan resiko bagi ibu dan bayi.
Sistem notifikasi berbasis WhatsApp, kini menjadi andalan baru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, dengan mendapat dukungan penuh dari UNICEF dan implementasi di lapangan yang dikoordinasikan oleh Yayasan Kanjoli Terang Maluku (YKTM).
âKegiatan ini didanai oleh hibah UNICEF sementara peserta terdiri dari 50 petugas kesehatan dari berbagai faskes di Maluku, termasuk puskesmas, rumah sakit dan Dinkes Maluku ini, dipicu, tingginya kesadaran ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan secara rutin dalam masa kehamilan,â tulis Plt Kadis Kesehatan Maluku Yan Aslian Noor dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalimanews, Rabu (3/9).
Menurutnya, sosialisasi dengan melibatkan para tenaga kesehatan khusus bidan pada semua puskesmas dan rumah sakit di Ambon ini, sangat penting untuk mendukung upaya pencegahan kematian dan penanganan ibu hamil dan ibu bersalin.
Ia mengaku, dengan menggunakan notifikasi WhatsApp, akan mempermudah pengawasan pemeriksaan terhadap ibu hamil dan bersalin.
âArtinya, semua bidan akan terkonek dalam pelaporan dan kegiatan pemeriksaan terhadap ibu hamil dan bersalin akan terpantau, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit,â jelas Yan.
Khusus ibu hamil, Yan mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan sebanyak 6 kali selama masa kehamilan 9 bulan, baik itu di puskesmas maupun di rumah sakit, sehingga kesehatan ibu dan janin tetap terjaga sebelum bersalin.
Oleh karena itu, pelatihan ini akan sangat berarti untuk mempersiapkan tenaga bidan yang profesional, bukan hanya dalam pemeriksaan maupun tindakan bersalin, namun keakuratan data tetap terjaga dan terpantau.
âDengan WhatsApp , para bidan baik di puskesmas mupun di rumah sakit akan terpantau aktivitas pemeriksaan ibu hamil dan bersalin,â tulis Yan.
Perwakilan UNICEF Aulia Rachman menambahkan, walaupun baru pertama kali dilaksanakan di Kota Ambon, namun pihaknya sangat mendukung penuh program kemanusiaan, terutama terkait dengan ibu hamil dan ibu bersalin.
âSaya berharap, lewat sosialisasi ini, para bidan yang ada di puskesmas maupun rumah sakit dapat bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil dan ibu bersalin, termasuk koneksitas data yang akurat,â harap Aulia.(S-06)