AMBON, Siwalima.id - Dinas Perhubungan Maluku menegaskan, seluruh operator kapal wajib memperhatikan pelayanan kepada masyarakat selaku pengguna jasa angkutan.
Hal ini penting, mengingat adanya keluhan dari masyarakat terkait harga tiket yang cukup tinggi tanpa diimbangi dengan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sebagai pengguna jasa.
Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Samuel Huwae kepada wartawan di Kantor Gubernur mengatakan, selain aspek keselamatan pelayaran, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap persoalan tarif yang harusnya berdampak pada kualitas pelayanan di kapal.
Penerapan tarif oleh operator angkutan tidak membebani masyarakat, apabila tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan yang memadai, sebab kepuasan pelayanan menjadi hal penting.
“Jangan harga tinggi pelayanan publik rendah. Kami dengan kebijakan publik dan operator-operator dengan tarif, jangan sampai seluruh tarif itu untuk memberatkan, sementara pelayanan publik rendah. Itu tidak boleh terjadi dan kita akan lawan,” tegas Huwae.
Ditanya soal pelayanan PT Dharma Indah, Samuel mengaku, telah memberikan peringatan kepada pihak operator agar tidak menggunakan kepentingan masyarakat dan kebutuhan transportasi sebagai alasan untuk kepentingan tertentu.
Langkah pengawasan dan koordinasi akan terus dilakukan, guna memastikan pelayanan transportasi laut kepada masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Maluku.
“Saya sudah panggil dan sudah wanti-wanti kepada mereka supaya jangan memakai masyarakat atas nama masyarakat dan transportasi untuk kepentingannya,” tandas Huwae.
Terkait dengan mekanisme pengajuan deviasi kapal, Samuel menegaskan, setiap pengajuan harus mengikuti prosedur yang berlaku dan didukung aspirasi masyarakat.
Ia berharap, permintaan pelayanan maupun deviasi benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat di wilayah yang membutuhkan akses transportasi, bukan hanya kepentingan pihak tertentu.
“Kalau memang lahir dari masyarakat, misalnya dari kepala desa, nomor surat itu harus benar-benar lahir dari masyarakat. Dari sana tinggal dikombinasikan dalam semangat yang sama dari sebuah negeri atau desa,” jelas Huwae.(S-20)