AMBON, Siwalima.id - Dinas Kesehatan Kota Ambon mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara dapur pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku.
Langka tegas penutupan dapur ini ditempuh, setelah Puluhan peserta pelatihan dasar CPNS yang berasal dari Kota Ambon mengalami keracunan makanan pada, Selasa (15/9).
Penutupan dapur BPSDM tersebut diketahui dari surat Dinas Kesehatan Kota Ambon Nomor 400.7.B.4/2850/ Dinkes tertanggal 17 September yang ditekan Sekretaris Dinkes Ambon, Jakobis Lewier.
Lewier dalam suratnya yang juga diterima redaksi Siwalima.id menjelaskan, rekomendasi penutupan dapur tersebut dikeluarkan setelah hasil investigasi lapangan oleh Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Kota Ambon bersama Dinas Kesehatan Provinsi Maluku pada dapur milik BPSDM Maluku.
Menurutnya, berdasarkan hasil invetasi terdapat 46 peserta latsar yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh pihak ketiga atau vendor.
Selain itu juga, Tim Gerak Cepat menemukan kondisi sarana sanitasi kantin serta dapur pada BPSDM yang selama ini digunakan untuk mengelola dan menyajikan makanan bagi peserta latsar belum memenuhi syarat.
“Pihak ketiga yang mengelola makanan pada kasus pertama 27 Agustus 2026 dan kasus kedua 6 September 2025 adalah pihak ketiga yang sama dan belum memenuhi standar Laik Higiene Sanitasi Pangan,” tulis Lewier dalam surat itu.
Berdasarkan surat tersebut, BPSDM harus menutup dapur dan penghentian produksi makanan sampai selesai melakukan perbaikan sarana sanitasi.
Sementara itu Kepala BPSDM Maluku Hadi Sulaiman yang dikonfirmasi Siwalima.id terkait kasus keracunan dan rekomendasi penutupan dapur belum memberikan keterangan apapun.(S-20)