WAKIL Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala memberikan apresiasi atas terlaksananya misi dagang dan investasi melalui penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur dengan Maluku yang berlangsung di Natsepa Hotel, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (23/4) kemarin.
âKami menyambut baik kehadiran misi dagang dari pemerintah provinsi Jawa Timur bersama pihak swasta yang datang untuk melakukan transaksi dagang (dengan pemerintah provinsi Maluku),â kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala, kepada wartawan di Ambon, Kamis (24/4).
Misi dagang dan investasi antara Pemda Jatim bersama Maluku telah bergulir sejak 2 Desember 2021. Perdagangan antara kedua belah pihak meliputi bidang perikanan, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, termasuk UMKM dan pendidikan.
Perjanjian kerjasama tak hanya dilakukan antara jajaran Pemda Jatim dan Maluku tetapi juga melibatkan para pengusaha dari kedua daerah.
âAlhamdulillah kemarin Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) menyampaikan dari data Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur hasil transaksi bisnis tadi oleh para pengusaha sebesar 400 miliar lebih,â ungkapnya.
Asis mengaku hasil transaksi yang tercapai ratusan miliar rupiah tersebut akan sangat berdampak pada menggeliatnya pertumbuhan ekonomi khususnya di Maluku.
âTentu ini sangat baik karena pasti akan sangat berdampak pada bergeliatnya ekonomi di kedua daerah, jadi ada barang-barang yang pebisnis Jawa Timur butuhkan di Maluku dan juga ada barang-barang yang pebisnis kita di Maluku butuhkan dan harus dibeli di Jawa Timur,â katanya.
Anggota DPRD Maluku dua periode dari PKS ini juga berharap kerjasama yang dibangun tidak hanya tertuang di atas kertas namun terus direalisasi untuk peningkatan perekonomian.
âSebagaimana yang tadi digaris bawahi oleh pak Gubernur (Hendrik Lewerissa) terkait adanya kerjasama antar pemerintah daerah yang diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan yang tertuang atau ditandatangani di atas kertas saja tetapi harus terus dievaluasi, dimonitoring sehingga implementasi daripada kerjasama itu berdampak signifikan dalam upaya untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi kita, itu yang kita harapkan di masa-masa yang akan datang,â pungkasnya.
Untuk diketahui, hingga pukul 13.50 WIT, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengaku total transaksi jual beli yang dihasilkan mencapai Rp 450.686.014.000. Jumlah ini masih akan bertambah mengingat sejumlah produk belum tercatatkan. (S-26)